BISNIS

Bekal modal sosial dalam kemajuan perusahaan.

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi -

Harmonisasi Bisnis

Perjalanan bisnis sebuah perusahaan pasti menggunakan beragam modal. hal itu bisa berbentuk modal finansial, teknologi, sumber daya manusia, dan sumber daya alam. dalam praktiknya, modal-modal tersebut tidak menjamin perusahaan akan meraih keuntungan optimal. dengan kata lain, setiap investasi belum tentu akan menghasilkan return

on investment yang diharapkan. salah satu aspek lain yang dibutuhkan dalam melengkapi kebutuhan modal dalam sebuah bisnis yaitu modal sosial. Bentuk modal ini bukan saja berfungsi sebagai aset perusahaan tetapi juga sebagai instrumen, sekaligus tujuan dalam pengembangan perusahaan. Modal sosial dalam perusahaan ditandai interaksi sosial timbal balik antara karyawan dan manajemen. Bentuk interaksi itu didasarkan pada rasa percaya sesama yang mengakar dalam suatu budaya organisasi dan etika sosial. karena ada rasa percaya maka timbul suatu entitas karyawan yang memiliki kebersamaan tentang nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kebersamaan, dan pentingnya kerja keras-cerdas. karyawan menunjukkan kesediaan individunya untuk mengutamakan keputusan entitas perusahaan.

“Jika sebuah brand ingin membangun komunitas sosial, pemimpin memiliki pengaruh besar dalam menjalankannya.” –simon Mainwaring, konsultan–

Terbentuknya modal sosial sangat bergantung pada mutu sumber daya manusia para karyawannya. Bisa jadi mutu mereka berbeda-beda. hal ini bisa dilihat dari segi budaya, latar belakang sosial, ekonomi, keluarga, pendidikan, keterampilan, kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, jiwa kepemimpinan, serta pengalaman kerja. karena modal sosial berperan sebagai unsur perekat para karyawan dalam melaksanakan visi dan misi untuk mencapai tujuan organisasi, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang bermutu.

Mutu sdm sangat penting untuk mengembangkan modal sosial perusahaan. setiap karyawan harus memahami bahwa modal sosial merupakan komitmen dari setiap individu untuk saling terbuka, saling percaya, dan bertanggung jawab. setiap perusahaan seharusnya terdorong untuk menjadi organisasi belajar, yakni suatu organisasi yang memungkinkan para anggotanya secara terus menerus memperluas kemampuan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi dirinya. dalam hal ini, pemimpin perusahaan memegang peranan penting dalam mengembangkan modal sosial di perusahaannya.

kepemimpinan trans formasional, demokratis, dan partisipatif di kalangan manajemen, khususnya manajemen puncak, cenderung akan mampu merangsang karyawan dalam mempercepat struktur modal sosial dalam bentuk pengembangan visi bersama. selain itu, pola kepemimpinan tersebut bisa berpengaruh pada terbentuknya saling percaya di kalangan karyawan. dengan demikian, hubungan harmonis di antara karyawan menjadi modal sosial yang sangat penting dalam membangun tim kerja yang efektif. pada hakikatnya, Modal manusia yang bermutu dan modal sosial yang utuh akan mampu meningkatkan kinerja karyawan serta dapat mengoptimalkan kemajuan bisnis perusahaan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.