BRAND NEW STAR

Evolusi seri chronograph terbaru dari manufaktur Le Locle.

Esquire (Indonesia) - - Style -

Dalam rangkaian perjalanan Baselworld 2017 yang digagas oleh Time international, esquire berkesempatan untuk mengunjungi manufaktur label Zenith yang berlokasi di le locle. kota kecil yang berada di kawasan pegunungan ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan dari Basel dengan waktu sekitar dua jam perjalanan. Workshop

watchmaking ini didirikan oleh Georges Favre-jacot sejak abad ke-19 silam. Tidak hanya melakukan proses produksi untuk label Zenith saja, manufaktur le locle ini juga menghasilkan movement untuk beberapa label jam tangan di swiss. saat mengikuti tur yang dipimpin tim Public relations dari Zenith, kami bisa mengamati lebih lanjut berbagai proses pembuatan jam tangan. kami bahkan bisa mengunjungi ruang kerja Georges Favrejacot yang kini sudah menjadi gudang yang dipenuhi berbagai perlengkapan dan komponen jam tangan.

Dari manufaktur le locle lahir kemudian berbagai kreasi horologi yang hingga sekarang masih bisa dinikmati oleh pencinta jam tangan. Beberapa di antaranya merupakan seri ikonis yang menjadi wujud pencapaian dari label Zenith, misalnya koleksi el Primero. sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1969, koleksi Zenith el Primero berhasil mencatatkan reputasinya sebagai salah satu jam tangan chronograph dengan performa terbaik. Mekanisme movement-nya mendapatkan sertifikasi chronometer dan mampu menghasilkan frekuensi tinggi yakni 36.000 getaran per jam (5 Hz). Fitur chronograph-nya pun bisa melakukan pengukuran waktu hingga ratusan detik. Pada presentasi Zenith di perhelatan Baselworld 2017 lalu, label tersebut memperkenalkan koleksi terbaruya yang merupakan wujud evolusi terkini dari el Primero, yaitu seri Defy el Primero 21.

seri Defy pendahulu sesungguhnya sudah muncul sejak 1969 hingga awal dekade ‘90-an. Meskipun berasal dari Dna yang sama, Defy el Primero 21 sesungguhnya memiliki karakter yang benar-benar berbeda dari pendahulu. seri terbaru ini hadir dengan case berukuran diameter 44 mm yang mengusung tiga versi. Versi case berbahan titanium dilengkapi dial dengan penampang terbuka dan tertutup. Versi ketiga, case berbahan ceramicised

alumunium, memiliki dial dengan penampang terbuka. Dial-nya memiliki tampilan kolom dengan aksen warna berbeda. Bagian

strap-nya terdiri dari dua pilihan model,

bracelet (tali berbahan karet dengan lapisan kulit buaya) dan buckle (ranai titanium dengan fitur pengunci rangkap).

Hal yang paling membedakan Defy el Primero 21 dari jam tangan lansiran Zenith lain terdapat pada komplikasi di dalamnya. selain memiliki sistem yang lebih rumit, mekanismenya memiliki performa jauh lebih baik. seri ini diperkuat mekanisme movement el Primero 9004 dengan dua gear box (masingmasing memiliki sistem escapement dan transmisi), satu untuk jam tangan dan yang lainnya berfungsi mendukung fitur chronograph. Escapement yang ditujukan untuk jam tangan ini bisa menghasilkan frekuensi 36.000 VPH5 Hz. sedangkan escapement untuk fungsi chronograph bisa menghasilkan getaran 360.000 VPH-50 Hz. keduanya disambungkan oleh balance-spring yang terbuat dari material carbon-matrix carbon nanotube composite yang telah dipatenkan Zenith. seri Defy el Primero 21 juga diperkuat dengan daya power reserve hingga 50 jam dan didukung kemampuan water-resistance dengan batas maksimal tekanan 10 ATM. sejak berada di bawah naungan LVMH, label Zenith semakin berkembang pesat. Beberapa seri horologi anyar dengan teknologi mutakhir banyak diluncurkan. Meskipun demikian, Dna dan warisan yang dimiliki label ini masih tetap terpelihara dengan baik, bahkan tak jarang menjadi inspirasi utama untuk pengerjaan kreasi terbaru. Tak heran bila di masa depan nanti tampaknya akan banyak mahakarya horologi yang lahir dari manufaktur di le locle. Georges Favre-jacot pasti bangga melihat keberhasilan yang dicapai workshop watchmaking yang didirikannya itu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.