THE ART OF FUSION

Rangkaian inovasi desain dan teknologi bagi pencinta jam tangan bergaya avantgarde.

Esquire (Indonesia) - - Style -

Dikenal sebagai salah satu pionir dalam ranah horologi, label Hublot tetap konsisten menggarap desain dan teknologi yang terkesan tak biasa dalam setiap kreasinya. rangkaian berbagai material dengan karakter unik masih ditampilkan dalam desain bernuansa avant-garde. Belakangan ini, spirit ‘the art of fusion’ yang diusungnya bahkan berkembang menjadi langkah kolaborasi dengan label lain yang berasal dari ranah berbeda. atas undangan Time international, esquire beruntung bisa mendapatkan kesempatan untuk menelusuri lebih lanjut koleksi terbaru Hublot pada presentasi khusus yang berlangsung saat perhelatan Baselworld 2017 lalu.

salah satu kreasi anyar yang menarik atensi adalah seri Hublot Techframe Ferrari 70 years Tourbillon chronograph. seperti yang tersurat dari namanya, jam tangan ini merupakan hasil kolaborasi dengan produsen super car asal italia tersebut dalam rangka perayaan hari jadinya ke-70. Desain jam tangan

diciptakan oleh tim kreatif Ferrari yang dibawahi Flavio Manzoni. inspirasinya berpijak pada desain khas sports car, terlihat dari konstruksi case berbahan titanium PVD yang terlihat tangguh dan sekilas menyerupai velg mobil. Penampang

dial-nya selain menampilkan logo Ferrari, juga terlihat mengusung desain indeks bergaya khas

tachymeter untuk mendukung fitur chronograph yang dimilikinya.

Jika desainnya dibuat oleh tim artistik Ferrari, mekanisme movement-nya yang dirakit oleh tim Hublot. Diperkuat oleh movement terbaru HUB 6311 yang terdiri dari 253 komponen, mekanisme ini mampu mendukung kemampuan power reserve hingga lima hari. Teknologi flying tourbillon yang dimilikinya turut ditopang oleh dua pivot khusus hingga menjamin efisiensi. untuk kemudahan pengguna, aktivasi fungsi chronograph bisa dilakukan lewat satu tombol saja. Bagian talinya yang terbuat dari material karet berwarna hitam turut dilengkapi komponen pengunci berbahan PVD titanium, titanium dan King Gold. seri Hublot Ferrari Techframe 70 years Tourbillon chronograph ini dikeluarkan dalam jumlah terbatas, hanya 70 buah saja di seluruh dunia.

selain koleksi Ferrari, ada satu lagi bukti pencapaian Hublot yang dipresentasikan pada Baselworld 2017 lalu, yaitu Hublot MP-09 Tourbillon Bi-axis. inisial ‘MP’ merujuk pada istilah ‘Manufacture Piece’, predikat yang disandang mekanisme movement yang diciptakan dengan desain khusus dan fungsi tertentu. selain berguna untuk menghalau pengaruh gravitasi dalam pengukuran waktu, teknologi Bi-axial Tourbillon yan dimilikinya turut menampilkan pergerakan dinamis. komponen axis pertama bisa menghasilkan rotasi dalam skala menit, sedang axis yang kedua melakukan rotasi dalam hitungan 30 detik. Jam tangan ini juga dilengkapi dengan teknologi date corrector yang memungkinkan

pengguna bisa mengamati penanggalan dengan metode praktis. Dengan melakukan pergerakan tangan, pengguna bisa melihat tanggal yang sudah berlalu atau yang akan datang.

Desain Hublot MP-09 Tourbillon Bi-axis masih mengusung karakter khas dari label tersebut, kokoh dan berkesan avant-garde. Bagian case-nya memiliki diameter berukuran 49 mm dan ketebalan 17.95 mm. Mekanisme movement caliber Hub9009.h1.ra yang dimilikinya hadir dalam desain bergaya skeleton. Mekanismenya mampu menghasilkan daya power reserve hingga 5 hari, dan juga didukung fitur water resistance hingga tekanan maksimum 3 ATM. Tali untuk jam tangan ini tersedia dalam dua pilihan material, karet dan titanium. koleksi istimewa ini dikeluarkan dalam jumlah terbatas di seluruh dunia. untuk case yang berbahan titanium, dilansir dalam jumlah 50 buah. sedangkan untuk koleksi dengan case berbahan

king gold akan diluncurkan 20 buah saja.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.