PERANG.

Esquire (Indonesia) - - Before We Begin -

Tak ada yang menyenangkan dari makna kata itu selain bayangan kekerasan dan akibat yang ditimbulkannya.

Jika udara yang kita hirup saat ini masih segar tanpa bau darah, bisa jadi perang kata-kata antara dua pemimpin dunia Donald Trump dan Kim Jong-un sekadar retorika. Sebelum Salam ini ditulis, kedua pemimpin dan –barangkali juga– pemimpi itu saling berbalas ancaman melontarkan peluru kendali dengan hulu ledak nuklir. Luar biasa mengerikan.

Perang sesungguhnya juga terjadi saat ini di Indonesia. Perang melawan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Melalui beberapa artis yang ditangkap akhir-akhir ini, kita paling tidak mendapat gambaran bagaimana kondisi dan peta penyebarannya di masyarakat.

Masih segar dalam ingatan bertubi-tubi nama-nama selebriti tak kenal usia bergiliran diangkap polisi. Penyanyi Andika “The Titans”, Ridho Rhoma, Iwa K, pesinetron muda Ammar Zoni, komedian Pretty Asmara.

Juga yang ramai dibicarakan juga putra aktor Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas, aktor Tora Sudiro dan istrinya istrinya, Mieke Amalia serta penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello hingga pesinetron Rio Reifan.

Inikah gaya hidup modern? Dengan alasan menjaga stamina, melangsingkan tubuh, dan segala macam alasan lain, masing-masing mengorbankan diri sendiri dan bahkan keluarganya untuk hal yang tidak gaya sama sekali.

Jika saat ini Anda tengah didekati, mendekati, mencoba atau malah sedang menjalani gaya hidup semacam ini, segeralah, nyatakan perang. Perang dalam kedamaian, menuju gaya hidup yang lebih baik. The more you sweat in peace, the less you bleed in war. –Norman Schwarzkopf.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.