Rising Together

Kiprah sukses dalam mengembangkan bisnis desain interior.

Esquire (Indonesia) - - Sukses -

Persahabatan dapat berdampak positif terhadap sebuah pengembangan bisnis. inilah yang dirasakan hamphrey Tedja selaku salah satu founder domisilium studio. Banyaknya kesamaan visi membuat hamphrey bersama sahabatnya santi alaysius, memutuskan untuk mendirikan biro arsitektur dan desainer interior. “kami berdua pernah mengenyam pendidikan di illinois institute of Technology dan memang sudah dekat. saat kembali ke Jakarta, kami tertantang berbisnis bersama dan berhasil mendirikan domisilium studio,” ungkap hamphrey kepada esquire. kemunculan domisilium sendiri berawal di singapura, namun seiring berjalannya waktu, potensi klien terbesar mereka berasal dari indonesia, hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke Jakarta.

Berbisnis bersama bukan hanya perkara berkreasi dan memberikan ide. mereka juga harus dapat menyatukan visi, mengelolanya dengan baik, dan mampu menyampaikannya secara tepat. Berbagai proyek besar seperti residential, hotel, maupun kantor, sudah menjadi bagian dari portfolio domisilium studio. “pada dasarnya kami mengerjakan banyak hal mencakup desain interior dan arsitektur, namun belakangan ini kami lebih banyak mengerjakan proyek desain interior. mungkin karena itu juga yang menjadi favorit kami,” tambah hamphrey. kesuksesan mereka dalam memuaskan keinginan klien terhadap desain yang diinginkan tidak semata hasil kreasi saja, tapi juga pada cara memberi perhatian kepada keinginan klien. setelah proyek perdana di senayan City, proyek residential kemudian berdatangan. proyek hospitality juga demikian, antara lain urban icon, martha Tilaar, hotel di jaringan Grup accor, hotel kosenda di bilangan Jakarta pusat, dan proyek kantor yang saat ini sedang dikerjakan dari Go-jek. kliennya adalah yang menjual gaya hidup untuk kelas menengah-atas, sehingga sangat berkembang dan selalu dinamis

sudah sederet panjang nama biro arsitektur dan desain interior yang menjamur di indonesia. di tengah menanjaknya jumlah yang kian meningkat, hamphrey Tedja selaku salah satu founder tidak merasa khawatir, dirinya justru terlihat bangga dengan potensi-potensi yang ada di tanah air. “Banyak sekali perusahaan atau personal yang mengandalkan jasa dari luar negeri, padahal menurut saya potensi dan karya arsitek dan desainer interior di indonesia pun tidak kalah mengagumkan,” tambah hamphrey. dia pun mengakui bahwa banyaknya biro desain interior bukan menjadi hambatan dalam mengembangkan bisnis. “Terkadang yang menjadi hambatan kami justru tenggat waktu yang diberikan kepada klien terhadap proses pengerjaan. hal semacam ini bahkan dapat merepotkan,” imbuhnya. kendala lain yang kerap diakui hamphrey ialah financial wise yang datang dari klien. permintaan yang tidak sesuai dengan bujet membuat mereka putar otak dalam mengonsultasikan jalan tengah yang terbaik.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.