Chatri Sityodtong

Chatri Sityodtong, seorang pebisnis asal Thailand yang telah menghabiskan waktu tiga tahun bekerja sebagai analis investasi dari berbagai industri serta menjadi pengelola dana Wall Street, kini lebih dikenal sebagai orang paling berpengaruh dalam seni bel

Esquire (Indonesia) - - Before We Begin -

Bisa diceritakan perjalanan hidup Anda sehingga bisa mencapai posisi seperti sekarang?

Kegigihan memainkan peranan penting dalam kehidupan saya. Apalagi perjalanan kehidupan ini tidak pernah lurus. Kegigihan membuat saya berupaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan berbagai cara.

Selama krisis finansial Asia di 1997, saya, orang tua dan adik, tidak memiliki rumah dan harus bertahan dengan satu kali makan setiap harinya. Setelah mengalami kebangkrutan, Ayah saya menjual buah-buahan di pinggir jalan dan kemudian meninggalkan keluarga. Saya kemudian harus mengambil tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga.

Singkat cerita, saya mendapatkan beasiswa di Harvard Business School. Sebagai seorang pelajar yang harus hidup dengan US$4 per harinya, saya tidak dapat menggunakan kereta bawah tanah ataupun taksi untuk perjalanan ke sekolah. Untuk mendapatkan uang, saya melakukan banyak hal hanya untuk bertahan. Termasuk mengantarkan masakan China dan mengajarkan Muay Thai. Hingga pada satu titik, bahkan ibu saya sempat datang untuk tinggal bersama di kamar asrama Harvard, yang tentu saja sebenarnya melanggar aturan. Setelah itu saya pindah ke Silicon Valley dan melanjutkan karier di Wall Street. Sukses di Wall Street, Mengapa Anda memutuskan membangun ONE Championship?

Saya menyadari bahwa uang bukanlah satu-satunya motivasi saya. Jiwa saya tidak puas. Saya ingin melakukan sesuatu di kehidupan, memberikan sesuatu bagi dunia ini dan mengubahnya. Saya begitu mencintai dan bernafas dengan nilai-nilai inti seni bela diri. Saya mulai berlatih Muay Thai sejak kecil di bawah arahan Kru Yodtong Senanan dari Sityodtong Camp di Pattaya, Thailand, dan berkompetisi di lebih dari 30 pertarungan profesional. Kecintaan pada seni bela diri inilah yang kemudian membantu saya membangun ONE Championship dan membawa olah raga di Asia ke tingkatan baru.

Saya mengendalikan organisasi ini dengan passion, sehingga saat ini ONE Championship telah sukses menyelenggarakan berbagai gelaran blockbuster di seluruh Asia dan mengembangkannya menjadi sebuah organisasi pemasaran olahraga global.

Merek-merek lokal dan global terbesar di dunia telah tertarik kepada organisasi ini dan begitu banyak

kemitraan-kemitraan yang terbentuk dalam beberapa tahun terakhir. Apa saja sponsor yang tertarik dan mengapa?

Beberapa di antaranya adalah Disney, Marvel, LG, Kawasaki, Panasonic, Haier, Nagaworld, Universal Music Group, Godaddy.com, AGD Bank dan Tune Talk. Kemampuan perusahaan membuat kesepakatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak, menjadi kunci penting dalam perkembangannya. Apa kunci keberhasilan ONE Championship?

ONE Championship menangkap esensi hiburan yang serupa dengan pertunjukkan di Las Vegas, mengombinasikannya dengan kemewahan olah raga dari para atlit seni bela diri. ONE juga menunjukkan diri sebagai properti media olah raga global yang berbasis di Asia.

Entitas olah raga biasanya berasal dari negaranegara barat, apakah itu FIFA, NBA, Formula 1, atau ATP. ONE Championship adalah merek Asia yang memiliki nilai-nilai Asia, bintang-bintang Asia, merek-merek besar Asia sebagai partner, namun dengan produk-produk yang menarik perhatian khalayak global. Apa target Anda ke depannya?

Meskipun MMA tidak sebesar olahraga

mainstream seperti basket dan sepak bola saat ini, namun olah raga ini tengah berkembang dengan cepat dan dipertimbangkan sebagai salah satu olah raga paling berkembang di dunia.

Meskipun saya melihat bahwa permintaan untuk konten olah raga pertarungan banyak berasal dari Asia, Sityodtong berharap jika MMA akan berkembang lebih luas lagi. Kami pernah mengalami peningkatan secara eksponensial. ONE Championship menjadi popular karena kami membangun organisasi ini dengan masyarakat Asia di dalam benak kami. Asia adalah tempat lahir dari seni bela diri dan kami merasa benar dengan memamerkan semua talenta lokal dari sini ke seluruh dunia. Adakah indikator ONE Championship semakin terkenal?

Dengan basis penggemar yang sangat aktif dan sangat terlibat baik dalam platform media digital maupun sosial, ONE Championship mampu mencapai demografi vital individu, terutama lakilaki berusia di antara 18-45 tahun.

ONE Championship disiarkan ke satu miliar rumah di lebih dari 118 negara di seluruh dunia. Sebagai tambahan, organisasi ini juga berada di jalur cepat untuk mencapai valuasi bernilai miliaran dolar dalam dua tahun ke depan, dan juga IPO.

Berdasarkan pengalaman saya selama sepuluh tahun di Wall Street, saya percaya bahwa ONE Championship berada di jalur yang tepat untuk melewati batas valuasi US$1 miliar dalam 12-18 bulan mendatang. Kami tengah bertumbuh di kisaran tiga digit dan peluang pasar di Asia begitu besar. Terdapat 4,1 miliar orang yang hidup di sini dan kesempatan kami untuk tumbuh tidak terbatas.

Selama tiga tahun terakhir, ONE Championship telah mengalami rata-rata pertumbuhan yang menakjubkan baik dari penonton televisi dan pengguna social media, yang merupakan bukti dari peningkatan luar biasa promosi di seluruh dunia dan olah raga MMA secara keseluruhan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Nielsen, Facebook dan Repucom, ONE Championship telah menunjukkan peningkatan eksponensial mulai tahun 2014 hingga 2017 (Q1). Data tersebut menunjukkan bahwa ONE berasal dari 352 juta hingga 4 miliar impresi media sosial, menandai peningkatan lebih dari 11 kali lipat perhitungan sebelumnya. Dengan meningkatnya video digital dan online, ONE juga telah melesatkan angka penonton dari 312 ribu hingga 314 juta orang.

Pada 2016, pertumbuhan pesat ONE Championship begitu tampak setelah pengumuman investasi delapan digit dari Heliconia, anak perusahaan raksasa keuangan Singapura, Temasek. Apakah peminat ONE Championship di televisi juga bertumbuh?

Berdasarkan data siaran TV tahunan tiap negara dan jumlah peringkat TV, telah terjadi peningkatan drastis. Dari rata-rata hanya 12-18 jam siaran TV pada 2014, ONE telah meningkatkan angka tersebut menjadi 100-1.800 jam. Tampak juga bahwa peringkat TV kami meningkat menjadi 11-20% dari hanya 1-2% tiga tahun yang lalu.

Jam siaran free-to-air kami per negara per tahunnya telah meledak dari sekitar 50 jam per siaran per negara tahun lalu, menjadi maksimum 1.800 jam per tahun untuk penyiaran utama kami di tahun 2017, berdasarkan hasil aktual Q1 2017. Apa nilai-nilai yang Anda dapatkan dari beladiri?

Ada masa dimana masa depan saya terlihat sangat suram. Satu-satunya yang saya miliki saat itu adalah hasil latihan bela diri yakni kekuatan mental, disiplin, fokus, keberanian, dan keinginan untuk terus memperbaiki diri: semangat seorang pejuang untuk menaklukkan kesengsaraan hidup.

“Untuk mendapatkan uang, saya melakukan banyak hal hanya untuk bertahan. Termasuk mengantarkan masakan China dan mengajarkan Muay Thai.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.