A NEW LADYHAS BORN

JANGAN LAGI MELIHATNYA SEBAGAI MANTAN PENYANYI CILIK. KINI, Angel Pieters MENJELMA MENJADI SEORANG SOLOIS WANITA DENGAN PESONA LUAR BIASA YANG MAMPU MEMBUAT SIAPAPUN TERPESONA, TERMASUK ANDA.

Esquire (Indonesia) - - Profil - Teks: HAPPY FERDIAN • Foto: RAKHMAT HIDAYAT • Adaptasi: BAYU SEGARA

Saya tidak sedang melebih-lebihkan ataupun dibuat mabuk kepayang oleh pesona seorang Angel Pieters. Nyatanya, Angel memang memukau saya dan rekan-rekan redaksi Esquire Indonesia yang bertugas memotret dan mewawancarainya di suatu siang di awal Oktober lalu. Ketika itu, Angel datang mengenakan pakaian santai dan langsung menyapa ramah kami. Ia tidak sedang dalam pulasan

makeup, tetapi paras ayu (dan tentu saja senyumnya) membuat kami sempat terpana sesaat dan berkata dalam hati: “Ya Tuhan, sedang dalam kondisi wajah yang polos saja sudah cantik, apalagi jika sudah berdandan.”

“Maaf ya agak telat. Susah banget cari taksi,” ujar Angel langsung membuka percakapan.

Jika seorang figur publik seperti dirinya menumpang taksi seorang diri, tentu ia adalah sosok yang supel dan mandiri. Saya tidak salah menebak, Angel memang sangat supel. Ia tidak ragu untuk langsung mengobrol dengan saya saat berjalan dari lobby menuju ke salah satu kamar suite terbaik di Gran Meliá Jakarta, lokasi pemotretan berada.

“Ini pertama kalinya (aku) tampil di majalah pria, dan lumayan deg-degan. Padahal aku sudah beberapa kali dipotret oleh majalah, hahaha,” cerita Angel.

“Kadang nggak percaya kalau ternyata orang-orang cepat menerima aku sebagai Angel Pieters, bukan lagi Angel penyanyi cilik. Di pikiranku, butuh waktu yang cukup lama untuk benar-benar terlepas dari embelembel penyanyi cilik. Passion never gets you wrong. Bernyanyi dari panggung ke panggung membuat aku yakin bahwa inilah waktu yang tepat untuk menetapkan masa depan di industri musik,” lanjut Angel panjang lebar.

Memasuki usia kepala dua, Angel memantapkan diri untuk segera merilis album perdananya yang akan mengusung karakter musik pop soul dengan sedikit sentuhan electronic dance music (EDM). Selain bekerja sama dengan beberapa musisi, album perdana ini rencananya juga akan berisikan satu atau dua lagu ciptaannya sendiri.

“Lagi berusaha nulis-nulis dan coba mengeskplorasi lebih banyak inspirasi. Workshop (juga). Aku benar-benar ingin menulis lagu sendiri,” ujarnya antusias.

Sesampainya di lokasi pemotretan, Angel kembali tidak ragu untuk langsung menyapa setiap orang, mulai dari fotografer hingga penata rias. Ia tidak canggung untuk bertukar pendapat mengenai seperti apa dirinya akan dipotret saat itu. Dengan saksama, Angel memperhatikan konsep pemotretan terkait dan memberikan beberapa kecil masukan.

“Aku harus belajar untuk profesional, apalagi di industri musik yang publisitasnya tinggi, (aku) harus bisa terbuka dengan berbagai ide,” jelasnya seraya menambahkan bahwa dirinya tidak ragu untuk mencoba berbagai genre musik.

“Aku setuju banget kalau musik itu universal. (Aku) Tidak masalah menyanyikan lagu-lagu yang berbeda dari kebiasaan aku selama ini. Meskipun sudah lebih dari 10 tahun aku (berkecimpung) di (dunia) musik, but

who I am today is the new Angel Pieters, penyanyi yang baru memasuki industri musik tanah air. Aku tidak ingin terkotakan dalam satu karakter musik saja,” ulas Angel panjang lebar.

Popularitas Angel Pieters sempat meroket ketika berhasil mencapai grand final ajang pencarian bakat Idola Cilik 3 di stasiun televisi RCTI pada 2008 silam. Meski tidak menang, namun bakat dan pembawaannya yang riang mampu memukau khalayak luas. Terbukti, jam terbang dirinya bernyanyi dari panggung ke panggung sangat tinggi. Bahkan, pada 2012 lalu, Angel pernah diundang oleh musisi kenamaan dunia, David Foster, untuk turut berpartisipasi dalam konser besarnya di Jakarta yang bertajuk Hitman Returns: David Foster and Friends.

Mengaku menyukai musik sejak balita, Angel pun kemudian diarahkan oleh kedua orang tuanya untuk menekuni lebih dalam bakat menyanyinya dengan bergabung di sekolah musik asuhan mendiang Elfa Secioria. Sejak usia 6, Angel tekun melatih teknik vokalnya, sehingga tidak heran jika pentolan juri Idola Cilik kala itu, Ira Maya Sopha, sempat meramalkan dirinya akan menjadi sosok diva masa depan.

“Aku suka menyanyi, dan aku bersyukur bisa berkesempatan belajar (olah) vokal dengan sosok sehebat (almarhum) Elfa Secioria. tetapi, sedikitpun aku tidak mau merasa “sudah menguasai” (seraya memberi isyarat tanda kutip) dunia tarik suara. Setiap hari aku belajar untuk menjadi lebih baik, (seperti) vokal, harmonisasi, sampai soal bagaimana aku berpenampilan juga dipikir

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.