morgan Oey

Suatu waktu ia pernah bergabung dengan Sebuah boyband yang membuatnya dikagumi Sekaligus dibenci. kini, ketika Semakin Serius menekuni karier Seni peran, ia dipuji Sekaligus dikritik. alih-alih terusik, morgan oey justru merasa bahagia karenanya. yes, he

Esquire (Indonesia) - - News -

Ketika semakin serius menekuni karier seni peran, ia dipuji sekaligus dikritik. Alih-alih terusik, Morgan Oey justru merasa bahagia karenanya. Yes, he is a happy man!

IAadalah salah satu aktor pendatang baru yang tengah laris manis di jagat sinema tanah air pada kurun waktu tiga tahun terakhir. Tidak ada yang menyangka, termasuk saya, bahwa seorang Morgan Oey mampu memukau penikmat film tanah air. Ia berhasil menepis skeptisme publik terhadap eksistensi jebolan

boyband di Indonesia yang seringkali ‘mentok’ sebagai one hit wonder. apa yang membuat anda banting Setir menjadi Seorang aktor?

Sejujurnya, passion saya adalah menyanyi. Tapi, saya tidak pernah menutup mata untuk mencoba berbagai kesempatan. Saya sengaja masuk ke dunia film untuk, ya itu tadi, mencoba kesempatan yang ada. Ternyata saya senang menjalaninya. Orangorang juga menyambut saya dengan baik.

Setahun Setelah mulai berkarier di dunia Film, anda memenangkan piala maya Sebagai aktor pendatang baru terbaik untuk peran di Film assalamualaikum beijing (2014), namun anda kerap masih dianggap Sebagai ‘no one’ di industri perfilman tanah air. pendapat anda?

Hahaha, saya masih harus belajar banyak di industri film. Meraih Piala Maya tentunya merupakan sebuah kebanggaan, dan saya merasa bersyukur sekali. Tapi, saya tidak ingin cepat puas. Filmfilm saya kan belum seberapa, jadi saya harus siap menerima segala tantangan untuk menjadi lebih baik lagi di industri perfilman Indonesia.

ada beberapa ulasan di media online yang menyebut anda Sebagai Salah Satu aktor yang memiliki masa depan cerah di perfilman tanah air. tapi, tidak Sedikit pula yang masih ‘meragukan’ kemampuan anda dalam berakting. bagaimana perasaan anda?

Setiap orang pasti menerima pujian dan kritikan atas apapun yang dilakukannya di depan publik. Alhamdulilah, kalau ternyata pekerjaan saya sekarang diapresiasi. Saya juga bersyukur mendapat kritik, jadi bisa tahu apa yang (perlu) ditingkatkan dan dipertahankan dari diri saya sebagai (orang) yang bekerja di (industri) film. Sejujurnya, saya (adalah) orang yang simple. When

people appreciate our work, we must be grateful. Begitupun sebaliknya, ketika orang-orang mengkritik kita, we must be grateful too. (Itu) Tandanya orang-orang memantau sepak terjang kita, menghargai karya kita, dan menuntut kita untuk tampil lebih baik.

tadi, Sempat dibilang, passion anda adalah menyanyi. ada rencana untuk mewujudkannya?

Tentu saja! Saya belum tahu kapan akan kembali serius (di industri) musik. Sekarang, saya mulai kembali belajar vokal dan alat musik, (yaitu) gitar. Dibilang telat, ya begitulah. Tapi, saya percaya bisa melakukannya. Kita tunggu saja, semoga semua berjalan lancar.

Siapa inspirator terbesar yang membuat anda bisa berada di posisi Seperti Sekarang?

Banyak sekali. Saya selalu belajar berbagai hal tentang seni peran dari para pemain film, sutradara, dan tim yang pernah (berada dalam) satu produksi. Saya juga tidak ragu bertanya kepada mereka mengenai tips dan trik untuk bisa berakting dengan baik. Intinya, saya selalu berusaha untuk mempelajari hal-hal baik di sekitar saya, termasuk di film. Amati, praktikan, dan lakukan improvisasi. Tiga hal itu yang menjadi pedoman saya.

namun, Sepertinya anda cenderung bermain ‘aman’ di Film-film drama percintaan. apakah tidak takut terjebak di zona nyaman?

Hahaha, memang sejauh ini peran-peran yang saya mainkan selalu di film drama percintaan. Tapi, bukan berarti saya terlanjur nyaman di peran itu (film drama). Memang kesempatannya belum ada, jadi ya saya mencoba sebaik mungkin mengasah kemampuan saya di film-film yang saya mainkan sejauh ini.berarti anda menerima begitu Saja tawaran-tawaran untuk bermain Film?

Saya ikut (sebuah) manajemen, dan mereka lah yang bantu menyeleksi kesempatan-kesempatan untuk bermain film. Tapi, saya tidak langsung begitu saja setuju. Saya dan manajemen selalu berdiskusi mengenai tawaran-tawaran tersebut, dan mencoba mencari kesepakatan terbaik yang menguntungkan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Karena menjadi seorang aktor itu bukanlah pekerjaan personal, melainkan dalam tim, sehingga perlu ditemukan jalan tengah yang baik untuk semua (di dalamnya).

anda terlihat Seperti tidak ‘ngoyo’ dalam berkarier Seni peran. Sebenarnya, apakah anda benar-benar menyukainya?

Well, I love my job. But, I don’t want to be too perfectionist. Sebagai manusia, saya tentu punya keinginan menjadi ini dan itu. Tapi, saya selalu melihat apakah ada kemungkinan atau tidak untuk meraih apa yang saya mau. Jika tidak ada, ya berarti saya harus kembali bersabar. Setiap usaha pasti ada hasil, asalkan kita tekun dan tidak mudah menyerah. Saya berada di titik seperti sekarang bukan berarti tanpa jatuh bangun. I deserve it.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.