Jusri Pulubuhu

(Pelopor Defensif Driving, 60)

Esquire (Indonesia) - - Before We Begin -

Saya mulai pergerakan keselamatan berkendara di Indonesia sejak tahun 1984. Waktu itu belum terbentuk perseroan terbatas seperti saat ini. Pada akhir tahun 80-an terbentuklah PT JDDC yang memberi jasa konsultasi manajemen keselamatan jalan. Misalnya membuat peraturan tentang keselamatan jalan bagi korporat. Di Indonesia, banyak yang mengacuhkan keselamatan kerja. Kondisi ini sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh perusahaan multinasional. Bagi mereka, keselamatan kerja itu nomor satu. Tidak ada produktivitas tanpa safety. Aktivitas mengemudi/berkendara di jalan sangat tinggi risikonya. Tapi kita sering mengabaikannya. Misalnya berkendara sambil menelepon. Padahal larangan mengenai hal ini sudah disebutkan di dalam UU LAJR 22/2009 pasal 283, bahwa pengendara yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi seperti diatur dalam Pasal 106 Ayat (1) akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750.000. > Sayangnya safety riding atau safety driving belum menjadi kebutuhan di Indonesia. Begitu pula di komunitas-komunitas otomotif. Kebanyakan masih menjadi pelengkap saja. > Keselamatan di jalan raya memerlukan partisipasi seluruh pihak. Semua harus bahu membahu menginformasikan, memberi contoh dan mengajak untuk berkendara dengan selamat. Contoh, pada tingkatan kepala rumah tangga seorang ayah harus menerapkan peraturan berkendara dengan baik. Harus lead, talk and walk. > Etika keselamatan berkendara di Indonesia kacau balau.

Complicated mess up. Partisipasi aktif dibutuhkan untuk mengubah ini, dan ditutup dengan law enforcement yang kuat. > Penyebab kematian manusia tertinggi kedua di seluruh dunia adalah akibat kecelakaan lalu lintas. Tetapi kok di Indonesia kontraproduktif dalam implementasinya. Jadi, soal keselamatan berkendara harus dijadikan proyek yang dikomandoi oleh Presiden RI sehingga peranan departemen-departemen terkait dapat dikontrol dan berjalan dengan maksimal.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.