THE SOBER NAUGHTY OLD BOYS

Arah baru yang tidak lagi merah dan pedas

FHM (Indonesia) - - Good News For Men - THE GETAWAY

RED HOT CHILI PEPPERS

Walau hadir dengan warna, bentuk, dan ukuran berbeda, namun cabai tetaplah cabai. Biarpun jumlahnya segenggam atau sekarung, yang akan Anda pikirkan adalah berapa lama rasa pedasnya akan bertahan setelah Anda memakannya. Red Hot Chili Peppers (RHCP) adalah grup yang sudah sangat memiliki jati diri, maka kita skip saja pembahasan mengenai betapa beraninya mereka meninggalkan zona nyaman. Kehadiran mereka dijamin selalu bisa membuat ‘gerah’, apapun kemasan yang mereka gunakan. Rilisan terbaru dari the bad boys of funk rock ini kini semakin merujuk pada musik pop yang chill, dengan sesekali menyelipkan gigitan alami yang sudah mengakar pada musik mereka. Josh Klinghoffer, yang sudah menemani RHCP sejak tur Stadium Arcadium 9 tahun lalu, terdengar lebih nyaman dalam memberikan kontribusinya, yang menjadi salah satu faktor penentu perubahan arah RHCP. Faktor penentu berikutnya adalah Brian Burton (atau lebih dikenal dengan nama Danger Mouse) yang berperan sebagai produser, dan penunjukan Nigel Godrich (produser Radiohead) sebagai mixing engineer untuk album ini. Tidak adanya campur tangan produser legendaris Rick Rubin dalam pengerjaan The Getaway sempat memancing banyak spekulasi mengenai perkembangan artistik RHCP, namun single pertama Dark Necessities membungkam semuanya. Bukan hanya karena suara piano yang terdengar mendominasi atau kehadiran alternative rock darling Anna Waronker dari That Dog, tapi karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, RHCP kembali membuat single yang merasuk ke dalam kepala Anda secara perlahan dan tanpa paksaan. Danger Mouse dikenal bisa mengeluarkan aroma terbaik dari setiap musisi yang ditanganinya, mulai dari Demon Days milik Gorrilaz hingga Modern Guilt milik Beck, dan kali ini ia pun memberikan sentuhan emasnya untuk RHCP dengan menelanjangi semua lagunya ke dalam komposisi akustik yang brilian. Bisa jadi album ini adalah rilisan RHCP yang paling bisa menerjemahkan kesederhanaan komposisi lagu mereka, setidaknya sejauh 30 tahun karir mereka. Berbeda dengan Rick Rubin yang mengedepankan “serangan” single tak berkesudahan, Danger Mouse membuat RHCP relevan dengan playlist digital pembeli musik saat ini. Anda akan mendapatkan kekosongan komposisi, pertanyaan mengenai aransemen lagu yang tidak terlalu “ramai” dan “berisi”. Seperti dalam album I’m With You, kadar dominasi gitar Josh Klinghoffer memang tidak selugas Frusciante (atau bahkan Navarro). Namun itulah salah satu faktor pembeda dari warna dan bentuk RHCP sebelumnya; pembeda yang menegaskan kehadiran Klinghoffer, dan garis pemisah antara RHCP yang Anda kenal dengan yang sekarang. Terakhir, sleeve artwork buatan Kevin Peterson yang diambil dari salah satu seri karyanya (berjudul Coalition II) dianggap Kiedis cukup mewakili persona dari seluruh anggota RHCP, ternyata adalah sebuah lukisan hyper-realistik. Ya, gambar beruang, burung gagak, anak perempuan, rakun, dan seekor rubah yang sedang berjalan menuju arah yang sama dan dihiasi dengan latar serupa Brooklyn atau downtown LA tersebut bukanlah foto hasil jepretan fotografer muda berbakat. Representasi visual yang dalam untuk mewakili isi The Getaway. Tidak semua eksperimen berakhir baik dan memberi hasil memuaskan, tapi setidaknya ini menjadi lompatan besar ke dua RHCP untuk menjaga diri tetap aman di tengah perubahan jaman, setelah kesuksesan besar Californication.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.