Seharusnya kamu sudah mati

FHM (Indonesia) - - Do Your Best -

Mohon maaf, tapi mungkin saja karena mereka tidak bersuara dan ditambah lagi, pengurus zaman dulu tidak peduli. Sehingga yang satu tidak bersuara, sementara yang lainnya ‘makan’ sendiri. Makanya menjadi terbengkalai,” ujar Adya penuh keyakinan. Walaupun gagal ikut SEA Games, Adya masih bisa membuktikan kalau nama Indonesia masih bisa harum di tingkat yang berbeda. Targetnya tidak mainmain. Selama satu tahun ia mempersiapkan diri secara maksimal untuk tampil di ajang Arnold Classic di kelas middle weight 75-80 kg. Ia menghabiskan waktu selama sebulan untuk dilatih oleh Dennis di Arizona, AS. Di sana ia juga merasakan perbedaan yang sangat jauh antara pelatihan di Indonesia dengan di luar negeri. “Jauh bedanya, seperti langit dan bumi. Mereka tidak hanya memberikan training saja, tapi juga memperhatikan nutrisi apa saja yang saya butuhkan, dan ini sebuah pembelajaran baru buat saya yang ingin berada di level pro,” kata Adya. Ia pun merasa sangat dimanjakan saat berada di Amerika. Berbanding terbalik saat ia mulai meniti kariernya di dunia binaraga secara otodidak. “Kalau dulu, tiga bulan sebelum bertanding saya nggak makan karbohidrat, sodium, dan gula. Seminggu sebelumnya mengurangi minum air tiap dua hari secara bertahap, lalu sehari berikutnya sama sekali nggak. Memang terlihat ‘kering’ dan otot menjadi keras, tapi cara itu sebenarnya merusak fisik. Makanya jangan heran kalau saat bertanding ada yang kram, bahkan pingsan,” jelasnya sambil tertawa kecil lagi. Edan, pikir kami. Dennis pun setuju dengan kami kalau cara itu benar-benar tidak masuk akal. “Untung saja Tuhan masih kasih kamu

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.