Another Wave of Blondie

Debbie CS akan membawa kita kembali berdisko dengan album terbarunya

FHM (Indonesia) - - Music -

Pollinator

Dari mulai nge-band di kafe yang penuh dengan ranjau kotoran anjing, hingga dilantik ke Rock And Roll Hall Of Fame, semua sudah dilalui oleh Blondie. Kisah cinta antara Debbie Harry dan Chris Stain ini memang berbuah manis-manis disko. Setelah melalang buana di skena punk Amerika, akhirnya Blondie pun meledak secara komersial pada tahun 1979 dengan one hit single, Heart of Glass. Sejak awal eksisnya di tahun 1974 sampai detik ini, Blondie tak ada letihnya menebarkan gelombang baru dan terus menciptakan bibit bakal semangat dansa melalui musik mereka. Sebelas album sudah Blondie lahirkan. Band ini memang patut kita acungi jempol atas eksistensinya dalam dunia musik. Tidak ada band atau musisi yang kariernya berjalan mulus-mulus saja tanpa hambatan. Blondie pun pernah mengalami hal yang paling dihindari oleh anak band manapun, yaitu bubar. Mereka pernah menyatakan bubar setelah merilis album The Hunter (1982) dikarenakan penyakit kulit yang diderita Chris Stain. Tapi tampaknya takdir berpihak kepada para pedansa resah, dan Blondie pun re-group kembali pada tahun 1997. Kini sudah 40 tahun mereka berpetualang di rimba musik internasional, dan di tahun 2017 ini Blondie kembali melahirkan karya terbaru mereka yang telah dirangkum dalam album berjudul Pollinator. Blondie merekam album ke sebelasnya ini di studio legend yang sekarang sudah tutup usia, yaitu The Magic Shop Studio, tempat di mana David Bowie merekam 2 album terakhirnya. Diproduseri oleh produser pemenang Grammy Award, John Congleton, album Pollinator ini melibatkan manusiamanusia kece dan bertalenta tinggi seperti, Joan Jett yang mengisi suara dalam lagu Doom Or Destiny, selain itu ada Johnny Marr (The Smith), Nick Valensi (The Strokes), Laurie Anderson, Sia, Charli XCX, Dev Hynes, dan Dave Sitek dari TV on The Radio yang turut membantu dalam proses penulisan single pertama dari album ini, Fun. Pollinator tidak hanya membawa kita ke era 70-an dimana new wave baru saja mulai hits di kalangan anak muda saat itu, tetapi Anda juga akan mendengar unsur modern yang kuat dalam album ini. Debbie Harry mengatakan, bahwa semua band atau musisi yang berkolaborasi di album Pollinator adalah mereka yang terinspirasi dari Blondie. “Materi mereka adalah bagian dari kita, dan kita adalah bagian dari mereka”. Untuk mendukung album ini, sebelumnya mereka telah merilis satu single berjudul Fun. Video klipnya digarap langsung oleh sutradara Dikayl Rimmasch dan Beyonce dengan mengusung tema psychedelic. “Kalau saya tidak boleh berdansa, saya tidak ingin menjadi bagian dalam sebuah perubahan dalam hal ini, dan kami butuh sedikit kebahagiaan. Kami sangat serius mengenai kebahagiaan,” ucap Chris Stein pada NME, turut menjelaskan mengapa Blondie berputar arah menjadi psychedelic. Di samping itu, sekarang Blondie juga sedang memersiapkan penampilan mereka sebagai special guest dalam konsernya Phil Collins’ tanggal 25 Juni 2017 di Aviva Stadium, Dublin, dan di Hyde Park, London dalam acara British Summer Time 2017, pada tanggal 30 Juni 2017 mendatang. Evolusi musik dari Blondie memang tidak pernah mati, berawal dari roots punk hingga akhirnya melahirkan karya-karya ber-genre new wave, disco, pshycedelic, bahkan reggae. Hilly kristal (CGBG) pasti tersenyum manis di cakrawala sana melihat kesuksesan Blondie sekarang ini. Best song: Fun. Permainan gitar yang nge-funk membuat lagu ini terdengar seperti judulnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.