Cokelat

Setelah dua dekade, band ini makin compact dan kompak

FHM (Indonesia) - - Music -

Menurut kalian sendiri, apa sih yang menjadi kelebihan dari Cokelat dengan formasi yang sekarang?

Yang jelas, menyampaikan isi kepala dan ide sekarang lebih mudah. Semakin sedikit orang, semakin sedikit juga

perbedaan, he he. Kondisi keluar masuknya personil secara tidak langsung membuat kami bertiga jadi lebih belajar dan mengerti bagaimana untuk tetap berusaha melihat sisi baik dalam hal apapun. Itulah kelebihan formasi sekarang.

Band dengan formasi tiga personil biasanya identik dengan punk rock. Apakah kalian pernah ada rencana ataupun wacana untuk membuat single yang ber-genre punk rock ?

Punk rock?? Ide yang menarik. Kami juga suka mendengarkan jenis musik itu sih, dan 21 tahun karier kami penuh dengan berbagai tren musik termasuk punk di dalamnya. Pattern musik punk pun jadi salah satu influence Cokelat dalam mengaransemen lagu. Tapi untuk membuat single dengan genre punk rock belum terpikirkan untuk saat ini. Bisa diceritakan, pengalaman kalian saat bekerja sama dengan produser Irwan

Simanjuntak ?

Ini pengalaman pertama cokelat bekerja dengan produser lain. Irwan merupakan teman lama Cokelat. Bekolaborasi karya dengan seseorang yang sangat mengenal dan mengerti Cokelat tentu sangat menyenangkan. Dengan Irwan kami jadi bisa menemukan banyak hal seru. Banyak masukan tentang sesuatu yang selama ini tidak pernah disentuh, dan malah memperkaya Cokelat.

Apa sih formula kalian sampai bisa membuat Cokelat tak juga kunjung meleleh walaupun sudah berumur 20 tahun?

Konsisten, fokus, dan berkarya. Sangat mudah diucapkan tapi tidak gampang untuk dilakukan. Berkarya di Cokelat tuh kayak naik roller coaster, turun naik tapi selalu heboh, seru, dan menyenangkan. Ribut dan beda pendapat sih pasti ada. malah lumayan sering, he he.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.