FHM Versus

Kami mengajak band irama pantai ini untuk memahami irama dadu

FHM (Indonesia) - - Regulars -

Nama Shore mungkin sudah tidak asing lagi di skena musik reggae Indonesia. Band yang digawangi oleh Ega Bagong (vokal), Firman (gitar), Heru (gitar), dan Bedoel (synth, bubling organ) ini memang sudah 13 tahun berkelana di ranah musik indie tanah air, dan dengan konsisten mengusung genre Jamaican sound. Tidak sampai di situ, kini Shore kembali merilis sebuah album yang bertajuk Dance Sing Mood. Delapan lagu sudah siap mereka suguhkan dalam album ketiganya, yang dapat membuat Anda merasa sedang santai dan berdansa pantai. Tapi kami harap Shore jangan santai-santai dulu, karena kali ini tim FHM akan mengajak mereka untuk bermain ular tangga.

SNAKE AND LADDERS

Sepertinya kami tidak perlu lagi menjelaskan aturan dari board games satu ini. Kami yakin Anda pasti pernah memainkan snake and ladders, atau lebih merakyat disebut ular tangga. Nasib para pemain ular tangga ini hanya dipertaruhkan pada seonggok dadu. Jadi yang Anda butuhkan untuk memenangkan permainan ini hanyalah hoki yang tinggi Jika biasanya dadu dikocok dengan tangan atau dengan gelas kecil, kali ini dadu hanya perlu dikokang dengan Sebuah bundaran kopong berisi dadu atau sebut saja dice spinner. Kita hanya perlu menarik dan melepaskan tali yang ada di bawah dice spinner.

SPIN THE DICE

Papan atau lebih tepatnya karpet ular tangga sudah tersedia dengan empat bidak di atasnya. Bidak kuning dan hijau milik Shore, sedangkan bidak merah dan biru milik FHM squad. Pertandingan dimulai dengan suit antar tim kapten. Setelah dua kali seri, akhirnya Farie memenangkan suit, maka FHM mendapat kehormatan untuk jalan pertama. Untuk menghadapi para personil Shore, FHM menjagokan Farie, Handy, Deisy, dan Dito. Oke, pertandingan dimulai. Kokangan Farie membuat dadu berhenti di angka tiga. Kini giliran Ega Bagong yang jalan. Berkat tarikannya yang sehalus tarikan suaranya sendiri, bidak hijau milik Shore menjumpai anak tangga dan dapat naik satu tingkat. FHM tertinggal satu lantai. Dito memutar dadu dengan penuh tekanan dari tim FHM lainnya. Ternyata tekanan tersebut memacu kehokian Dito, dadu pun berhenti pada angka enam, yang artinya tim FHM dapat kesempatan untuk jalan dua kali. Jalan dua kali berturut-turut membuat bidak FHM berhasil menyalip bidak milik Shore. Bedoel pun turut nge-tes hoki. Dengan satu tarikan bidak milik Shore berhenti di anak tangga yang paling tinggi, mendekati garis finish! Handy yang tidak rela kalah langsung mengambil alih dice spinner. Keyakinannya yang terlalu tinggi hancur seketika saat bidaknya menemui kepala ular. Kami pun murka pada Handy. Heru pun mengocok dadu dengan ritme kocokan reggae. Hal itu berhasil membuat bidak dari tim Shore hanya tinggal lima langkah lagi dari kotak finish. FHM akhirnya menggunakan jurus “jogres” antara Dito dan Deisy. Mereka memutar dadunya secara bersama-sama. Namun ternyata jurus tersebut semu. Bidak biru milik FHM hanya maju satu langkah saja. Shore membutuhkan angka lima untuk menang, dan itu dipercayakan pada Firman. Sayang dadu hanya berhenti di angka empat, satu langkah dari kotak finish! Danger! Danger! Kapten dari FHM memutar dadu. dadu hanya berhenti di angka dua, sungguh tidak berarti. Kini Shore butuh angka satu atau lebih untuk menang. Heru mengambil alih permainan. Dadu ia kokang dengan penuh keyakinan, penghayatan, dan doa. Dadu pun mulai berputar dan semua pemain menatap dadu dengan cemas… And the winner is… Shore! Sekali lagi kami ingatkan, permainan ini hanyalah soal keberuntungan. #tidakrelakalah.

Album Dance Sing Mood dari Shore sudah tersedia di itunes Store.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.