Speaker First

Band blues Asia pertama di panggung Woodstock

FHM (Indonesia) - - Music -

Bagaimana ceritanya sampai kalian bisa manggung di festival Woodstock, Polandia? Pihak management kami mendapatkan

tawaran dari pihak penyelenggara Woodstock festival, setelah mendengar lagu dan melihat live perfomance kami selama tur di Amerika Serikat.

Apa rasanya bisa tampil di Woodstock?

Tiap panggung selalu istimewa entah di hadapan 150 ribu orang atau 15 orang sekalipun, jadi tetap harus maksimal, tapi satu hal yang pasti adalah...ini Woodstock! Dimana semua musisi legendaris pernah tampil di sana, terlebih kami tampil di waktu prime time di panggung utama 2. Kami merupakan band Asia pertama yang tampil di Woodstock, jadi mentalitas menjadi modal utama tanpa melupakan identitas untuk selalu menjadi diri sendiri.

Apa atau siapa yang membuat kalian jatuh cinta pada musik blues?

Blues is always about the blues. When you feel the pain, you feel the blues. Ya, blues selalu bermula dari kegelisahan, entah itu

kegelisahan personal atau hal yang lebih luas di kehidupan sosial. Mungkin prinsip itu yang membuat kita lebih nyaman dengan musik ini.

Siapa pengaruh terbesar kalian dalam bermusik?

Musik tahun 50-an sampai 70-an yang menurut kami adalah ‘golden age of rock’, dengan musisi-musisi seperti Muddy Waters atau The Three Kings (BB King, Albert King, Freddy King) “In God We Believe, In Blues We Gonna Live...”

Sudah sejauh apa kebenaran lirik ini bagi Speaker First?

Selama ini selalu benar... Pengalaman hidup kami itu, “ain’t no way but the hard way”, dan selalu ada “blues situation” yang mengiringi dalam prosesnya. Dan seberat apapun prosesnya, selama kita percaya, Tuhan akan memberikan jalan. Everything will be fine.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.