The Ballad of Charming Man

Kembalinya musisi Inggris yang paling dikagumi seantero jagat raya lewat album kesebelasnya, Low In High School.

FHM (Indonesia) - - Music -

Tanggal 18 September 2017, untuk pertama kalinya seorang Morrissey ‘menge-tweet’ dan kalimat “Spend the day in bed...” adalah cuitan perdananya. Ini bukanlah hoax seperti munculnya akun palsu atas nama Morrissey yang sempat dikla rifikasinya di tahun 2014 lalu. Dari rumor yang beredar di bulan September lalu, tweet pertama Moz merupakan teaser dari judul single terbarunya. Dan benar saja, tidak lama kemudian lagu berjudul Spend The Day In Bed muncul sebagai single pertama dari album terbarunya. Isu politik dan sosial masih jadi bahan di album ini, melanjutkan World Peace Is None of Your Business yang dirilis tiga tahun lalu. Memang, Moz selalu bisa mengemas pemikirannya akan suatu isu ke dalam sebuah karya secara puitis dan brilian. Termasuk judul album ini yang merupakan sebuah perhatian Moz akan nasib anak muda. Low In High School bagaikan protes meriah dengan synths. Ditambah lagi, artwork dari kover albumnya dinilai terlalu ofensif dan mengundang kontroversi. Moz menjanjikan Low In High School terdengar lebih keras ketimbang album sebelumnya, meskipun ia sadar orangorang telah dilatih untuk tidak terlalu banyak berharap dari musik modern. Namun, kami yakin banyak sekali yang bisa disampaikan Moz lewat liriknya yang satir dan tentu saja, dengan ciri khas judul panjang yang sudah kita kenal semenjak The Smiths. “He’s a modern-day Shakespeare,” ujar Joey Barton, pesepak bola Inggris yang menjadi cameo di video klip Spend The Day In Bed dalam sebuah wawancara. Bahkan jurnalis veteran Inggris, Mark Simpson, menyebut Morrissey sebagai salah satu penulis lirik terhebat di dunia. Buktinya, dari dulu sampai sekarang, karya Moz terus meng-influence banyak generasi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.