Tukang Salon Punya Cerita

HAI - - AFTER SKUL -

Aku menunggumu, bang!

Kayak yang udah HAI kasih tau barusan, ACOMM bukanlah film yang menyajikan cerita cinta biasa. Soalnya, urusan jatuh cinta di film ini bakal melibatkan dua tokoh dari dua profesi yang jarang banget disorot. Adalah Alek (Chicco Jerikho), seorang pembuat subtitle DVD bajakan, yang kemudian bertemu dengan Sari (Tara Basro), seorang pegawai salon. Awal perjumpaan mereka adalah di sebuah toko DVD bajakan, tempat Sari biasa membeli DVD. Yep, doi emang ceritanya suka banget nonton DVD di kamar kontrakan yang kecil sambil makan mie instan.

Waktu itu, Sari yang kecewa sama subtitle ngaco di dalam DVDnya, langsung datang ke penjualnya dan protes. Di situlah, doi ketemu langsung sama Alek yang juga kebetulan lagi berkunjung buat nyetor DVD. Marah-marah, sih, pasti. Tapi siapa sangka kalau kemudian mereka saling jatuh cinta? Namun sayangnya, hati sejoli yang lagi berbunga-bunga itu harus dirusak oleh satu konflik politik.

Udah profesi tokohnya unik, konflik yang dimunculkannya juga lumayan pelik. Situasi Jakarta yang dijadikan latar di film ini juga bukan Jakarta yang heboh dan gemerlap, melainkan Jakarta yang punya sisi gelap, kelam, dan terpinggirkan. Makanya nggak salah, dong, kalau film ini HAI bilang lain daripada yang lain?

Kok mukanya pada kusut? nggak mau kalah kan sama orang di luar sana yang udah nonton film ini duluan? Bener banget, sebelum dirilis di sini, ACOMM sudah pernah diputar di Venice Film Festival 2015 di Italia dan Toronto International Film Festival (TIFF) 2015 di Kanada.

Selain itu, proyek ACOMM ini berhasil memenangkan CJ Entertainment Award dalam Asian Project Market di Busan International Film Festival 2014 di Korea. Hadiahnya? Bantuan dana produksi sebesar 10.000 dolar Amerika Serikat! Wiiih!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.