BIMBEL PLUS

Setiap Bimbingan belajar punya khas masing-masing, Nurul Fikri yang sudah berdiri sejak 30 tahun lalu konsisten memberikan lebih.

HAI - - HAI FILE - WRITER EDI PHOTOS DOC.HAI

Sekitar tahun 1980 adalah era dimana tawuran meningkat pada kalangan remaja. Hal itu membuat rasa prihatin mendalam buat sekelompok mahasiswa dan sarjana Universitas Indonesia. Mereka tergugah melihat kondisi yang kurang nyaman itu, kemudian berbuat sesuatu dengan kemampuan yang dimilikinya.

Dengan semangat dan tekad, akhirnya pada tahun 1986 Yayasan Pendidikan Nurul Fikri (NF) pun berdiri. Yayasan yang pada awalnya bergerak di bidang pengajaran Arab itu (sejak 1984) dikonversi menjadi bimbingan belajar. Pasalnya, dibanding pelajaran Bahasa Arab, bimbel lebih mengundang minat sehingga tujuan yayasan tentu bisa lebih mudah disampaikan.

Ada yang unik dari bimbel NF yang bermakna ‘ Cahaya Pikiran’ ini. Ya, walau landasan utama NF ialah memberi bantuan pendidikan, namun tak cuma bimbingan belajar pendidikan akademik. NF juga memberikan bimbingan akhlak. Untuk mencapai tujuan itu, pengurus NF memasukan Bimbingan Penyuluhan (BP) selain mata pelajaran pokok seperti Fisika, Biologi, Kimia, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Matematika. BP adalah mata pelajaran yang tak ditemukan di bimbingan lainnya.

Lewat BP siswa diajak untuk memahami tujuan hidup. Dari materi ini juga diharapkan siswa memiliki jiwa stabil dan mengerti sebuah tanggung jawab. Keberadaan BP yang diberikan setiap dua minggu sekali dimanfaatkan sebagai tempat bertanya dan berkonsultasi.

Selain BP, berbagai bentuk kedisiplinan ditetapkan juga dalam proses pengajaran. Pengurus berusaha sesering mungkin menyarankan siswa untuk segera melakukan ibadah wajib shalat. Buat yang jarang melakukannya mungkin agak kaget dengan peraturan ini. Namun, buat NF justru membiarkan kekagetan itu menjadi suatu yang mendorong jadi kebiasaan. Hikmahnya pasti akan terlihat, anak jadi rajin shalat.

Model kedisplinan lain yang diterapkan juga dalam bentuk daftar hadir. Para siswa diminta memenuhi buku absensi minimal 75 persen. Mereka yang melanggar tentu akan dikenakan sanksi, bahkan berujung dikeluarkan.

Berbeda dengan bimbel lain, kerapihan siswa di NF diperhatikan. Yang urakan dengan anting sebelah atau rambur gondrong tak dapat masuk kelas. Mereka yang boleh masuk adalah siswa yang berpakaian bersih dan rambut terpangkas rapih. Buat yang merokok pihak NF meminta untuk menghentikannya.

Nggak usah heran, sejak awal memang arah yang ingin dicapai NF adalah suasana pendidikan Islami. Program pendidikannya disusun secara cermat serta ada kontrol kurikulum. Dan, program itu bersandar dengan semangat ilmu yang seimbang antara dunia dan akhirat.

Walau sedikit bikin shock dengan aturannya, namun NF punya kiat jitu. Semuanya disampaikan dengan rasa kasih sayang. Dengan cara seperti itu justru banyak yang penasaran dengan kepopuleran NF. Sejak berdiri dari sebuah tempat kecil gang Kenari, Jakarta, NF telah meluas dan berkembang pesat melebarkan sayapnya ke Depok, Bandung, dan Semarang. Rintisan awalnya berhasil memincut 4.000 orang yang ingin belajar di NF. Kalau untuk ukuran pada masanya, jumlah tersebut sangat banyak dan mencerminkan sebuah pengelolaan yang memang bisa meningkatkan mutu.

Secara umum, bimbel yang bernafaskan Islam ini cukup disiplin. Karena kedisiplinan adalah modah dari sebuah kesuksesan dan menjadikan aktivitas belajar itu menjadi suatu ibadah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.