+

HAI - - GENERASI HIP HOP DIGITAL -

Rela dijemur di bawah matahari

Matahari bersinar cukup terik pada Senin pagi (1/8) awal Agustus lalu di Hauwke’s Auto Gallery, lokasi HAI janjian dengan Young Lex dengan beberapa rombongan Zero One lainnya. Di hari itu, Crsytal Opera, MACK G, Doms Dee, dan Ampablasskev turut hadir. Selain menjalani sesi pemotretan untuk edisi ini, kami juga terlibat obrolan santai tentang bagaimana mereka merintis karir di awal era digital.

“Gue ngebangun karir dari awal 2008, awalnya gue dari Semarang, dan singkat cerita hijrah ke Jakarta, dan ketemu sama anak-anak Zero One. Awal-awal gue bikin video klip susah banget nyari director yang support hip hop. Mau nggak mau harus tetap jalan, dan gimana caranya bikin video klip juga. Di 2009 susah banget bikin video pake SLR. Akhirnya kami coba DIY ( Do It Yourself) nyari cara bagaimana bikin video klip, jadi nggak bisa kalo ngandelin ngerap doang, karena visual memang dibutuhin banget,” Young Lex

ujar Gibran Prio Adihutomo a.k.a MACK G, salah satu rapper yang tumbuh dan berkembang di awal-awal gerbang era digital.

MACK G nggak cuma seorang diri yang gagap dengan perkembangan dunia digital di awal karirnya. Salah satunya ada seroang cowok bertubuh gempal asal Tanjung Priuk, Jakarta Utara, bernama Dominggus Davincy Dimu. Menurut rapper yang punya nama panggung Doms Dee ini, di 2005 pada masa awal merintis karirnya, doi merasa sendirian, dan scene hip hop saat itu belum boom seperti sekarang.

“Kalo dibilang pahit, ya itu pahit. Cuma gue liat senangnya aja. Kalo gue manggung nggak pernah dibayar, itu sering. Kalo ada yang nanya kok nggak dibayar, ya nggak apa-apa. Cuma dari situ, gue jadi banyak kenal sama pelaku hip hop yang lain. Itu yang bikin gue senang,” ujar rapper alumnus SMAN 72 Jakarta tersebut.

Seiring berjalannnya waktu, para rapper yang tumbuh di era ini mulai bisa beradaptasi. Sedikit demi sedikit mereka mulai menjamah konten digital, dan yang paling utama tentu meng- upload YouTube, dan mulai menanam benih awal konten musik mereka.

“Sebagai pendatang baru, gue sebenernya udah sadar harus bisa track attention, gue harus menggabungkan audio dengan visual. Gue

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.