+

HAI - - WINGS FOOD -

“Gue dulu sempet ikut seni puisi dan teater,” kata Tantri, sang vokalis yang suaranya khas banget ini. “Pernah suatu kali pas disuruh berakting di depan orang banyak, gue mendadak gak pede. Tapi akhirnya gue tetep memberanikan diri untuk tampil dan ngalahin rasa takut gue. Asli, itu tuh pengalaman yang gak terlupakan dan jadi bagian hidupku,” ujar personel yang suka banget sama Ale-Ale markisa. “Sama seperti Ale-Ale, yang sudah 4 tahun ini menjadi bagian dari Kotak untuk tampil selalu fresh ketika bermusik. Ale-ale mengingatkanku untuk selalu menjadi yang tak terkalahkan.” lanjutnya sambil melirik Ale-Ale di tangannya.

“Kalo aku ceritanya lain lagi,” kali ini satusatunya personil cowok di band Kotak, Cella sang gitaris, bercerita. “Aku dari Banyuwangi, pas lulus SMA aku bertekad harus merantau ke Ibukota. Wah, di Jakarta, aku kerja apaan aja. Dari bagi-bagiin brosur, jadi resepsionis, sampai jualan koran di perempatan juga pernah. Jalanin hari-hari yang penuh tantangan emang gak mudah, tapi aku terus bertekad untuk sukses dan gak nyerah. Sampai akhirnya aku bisa ketemu sama orang-orang musik yang profesional. Seru banget deh masa-masa itu... Persis kayak semangatnya Ale-Ale Sirsak ini yang hadir 2 tahun yang lalu di 2014, yang seru asem manisnya dan makin menjadikan Aleale semakin tak terkalahkan,” ujarnya dengan penuh semangat sambil menyeruput Ale-ale sirsak favoritnya.

“Pengalamannya Chua juga gak terlupakan tuh,” sambar Tantri melanjutkan pembicaraan tentang Chua yang sedang tidak bisa hadir. “Dulu dia cuma tampil dari kafe ke kafe, tapi dia terus jalanin itu semua dengan semangat yang kuat, sampai suatu hari dia ketemu manajer sebuah band.” Wah, pembetot bass yang handal ini ternyata juga mesti berjuang step by step, lho. Makanya jangan nyerah ya!

Kikan sendiri punya cerita yang gak kalah seru. Sambil mengambil Ale-ale markisa, rasa terbaru Ale-ale, dari cooler box dia mulai bercerita, “Kalo denger anak band, orang mikirnya keren banget ya, padahal banyak tantangannya, lho. Mesti bikin banyak demo biar dikenal, manggung gak dibayar, sampai ngadepin kreativitas yang mentok.” Ucapan Kikan langsung diiyakan sama personil Kotak yang lain. “Sempet tuh, aku yang gak pede, takut kalo gak bisa lebih baik lagi dalam bermusik. Tapi enggak deh, aku gak mau jadi down. Aku terus mengasah diri, mengalahkan ketakutanku, feed my passion, dan bertekad memberi yang terbaik buat penggemar,” katanya sambil tersenyum. “Ini juga yang diingatkan Ale-Ale, memberi yang terbaik buat kita-kita dengan rasa buahnya yang penuh kesegaran, dan mengajak kita untuk bisa mengalahkan diri sendiri dan menjadi pemenang,” lanjut Kikan dengan semangat.

Nah, terbukti, kan, kalau sukses yang mereka dapatkan, hasil dari semangat mereka yang tak terkalahkan menghadapi setiap tantangan. Makanya nggak heran, kalau sampai sekarang, Kikan dan Kotak terus membawa semangat tak terkalahkan di setiap aksi panggungnya!

“Sluuuuurrpppp! Aaaaaahhh...” Suara sruputan-tiba memecah suasana. Sambil mengangkat gelas Ale-ale anggurnya, Cella tiba-tiba berseru, “Segernya Ale-Ale gak abisabis, yo!” “Bangeeet!” sambar Tantri, “Meskipun minuman cup yang beredar di pasaran makin banyak, tapi yang jadi favorit ya tetep Ale-Ale!” “Rasa buahnya gak terkalahkan!” sambung Kikan. Wah, ternyata para personil Kotak favorit banget ya sama Ale-Ale. Gak heran sih, segernya Ale-Ale emang juara, jadi pilihan semua. Dengan 6 rasa buah pilihan: markisa, sirsak, apel, jeruk, stroberi, dan anggur, segernya Ale-Ale, makin seru makin tak terkalahkan!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.