JEANS

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Point Talking -

Berkat sosoknya (Demna Gvasalia), potongan atau celana yang kerap diasosiasikan dengan anak muda dan jalanan menjadi 'naik kelas'.

yang ingin tampil sesuai tren yang sedang dibicarakan dan menjadi pusat perhatian. Sehingga dalam rangka mengakomodir kebutuhan kaum borjuis, label-label ini pun memproduksi berbagai produk keseharian yang sejalan dengan gaya Karena kaum kelas atas yang terbiasa membelanjakan uangnya untuk barang-barang luks atas dasar kualitas dan kelangkaan jumlah, tentu terasa janggal untuk turun kelas dengan membeli produk daily dari label-label menengah yang diproduksi dalam jumlah banyak, dan kualitas yang berbeda dengan produk yang biasanya mereka kenakan. Strategi demikian, bisa jadi merupakan langkah cerdas dalam teknik penjualan. Jika, selama ini label luks bak tak terjangkau oleh kaum menengah ke bawah. Mungkin, dengan menciptakan produk yang semakin basic dan sederhana, akan mampu menyosor pasar yang lebih luas, selain mewadahi keinginan kalangan atas untuk menikmati tren sederhana ini. Secara akal sehat, produk-produk daily wear akan menawarkan harga yang lebih murah jika dibandingkan karya yang terbuat dari material leather atau bordiran istimewa buatan tangan. Dengan demikian, eksistensi produk-produk seperti ini akan menciptakan rasa keterjangkauan bagi kaum menengah ke bawah. Karena nyatanya kemampuan membeli produk dari brand mewah memberikan sensasi tersendiri. Apalagi, dengan membeli produk seperti ini membuat pemakainya dilabeli 'kekinian'. Dampak lainnya, mengenakan barang luks tak lagi memerlukan momen spesial, ia bisa 'dipamerkan' setiap hari.

S a i n t

La ur e n t

a c o b s

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.