Medusa: Pameran Perhiasan Berseni

Rizal Halim menjajaki kaitan antara perhiasan dan seni dari pameran Medusa di Paris.

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Highlights -

Sebuah kejutan ketika Museum of Modern Art di Paris (The Musée d’art Moderne de la Ville de Paris) membuat pameran tentang perhiasan. Apalagi, walaupun perhiasan merupakan salah satu bentuk ekpresi artistik yang universal, statusnya bisa dikatakan masih abu-abu: apakah termasuk benda fungsional atau benda seni? Pameran Medusa — Bijoux et Tabous atau Medusa, Perhiasan dan Tabu, ini kemudian membangkitakan rasa ingin tahu. Medusa, makhluk berambut ular dari mitologi Yunani, dikenal memiliki pesona yang bisa membuat orang tergoda dan tersihir – seperti juga sebuah perhiasan yang memesona dan sulit untuk tidak memperhatikannya. Pameran ini mengumpulkan sekitar 400 perhiasan dari berbagai belahan dunia, terdiri dari perhiasan kontemporer, permata buatan Cartier, Van Cleef & Arpels, Buccellati, termasuk perhiasan buatan para seniman, seperti Salvador Dali, Niki de Saint Phalle, dan Lucio Fontana. Juga perhiasan yang dibuat oleh para desainer, seperti René Lalique, Art Smith, Bless, dan berbagai perhiasan tak bernama dari berbagai zaman dan negara. Di tangga masuk ke ruang pameran terpancar cahaya merah yang terbias dari lima neon gas berbentuk spiral, seperti ornamen kalung besar yang tergantung di langit-langit, mempersiapkan para pengunjung memasuki dunia perhiasan. Jalur pengunjung berada di antara deretan etalase kaca dengan berbagai obyek perhiasan, dan dari sana kita bisa juga melihat foto-foto hitam putih dipajang di dinding, antara lain foto Elisabeth Taylor dan Mike Todd yang legendaris. Elisabeth Taylor dengan anggun memakai mahkota bertabur permata buatan Cartier ketika mereka menghadiri festival film Cannes tahun 1957. Selain itu terdapat foto penyanyi Boy George dengan gaya adrogyny mengenakan tumpukan perhiasan di lehernya, serta foto Madonna di tahun 1984 dengan untaian kalung panjang yang ia kenakan untuk sampul album ikonisnya, Like A Virgin. Keterkaitan antara tubuh dan perhiasan kadang menjadi sebuah

hubungan yang problematik ketika tiba saatnya merumuskan definisi perhiasan. Perhiasan adalah aksen dekoratif, sebagai ornamen tubuh. Bisa juga disebut sebagai patung mini karena bentuknya yang kecil. Kebalikan dari benda seni yang bisa berdiri sendiri, perhiasan harus dipakai di tubuh. Jeff Koons di tahun 1986 membuat patung kelinci setinggi satu meter dari bahan baja. ia kemudian berkolaborasi dengan desainer Stella Mccartney untuk membuat versi gelang dari platinum berbentuk patung kelinci tersebut. Karya seni kemudian menjadi perhiasan 'seni' berukuran mini yang mengambil bentuk karyanya, hanya berbeda di ukuran dan bahan. Berbagai sudut pandang dapat kita lihat di pameran ini, lewat berbagai perhiasan unik, artisanal, primitif, dan industrial. Perhiasan juga membawa kita ke dalam sebuah perjalanan sejarah, lewat mana kita bisa melihat kondisi sosial dan budaya di masa itu. Salah satunya adalah ketika perhiasan mencerminkan keintiman atau menjadi barang yang bersifat pribadi. ini bisa kita lihat dari sebuah medali dari abad ke-18 yang berisi pintalan rambut. Medali berinisial Solange Sand ini merupakan tanda cinta untuk almarhum anak gadisnya dan keinginan untuk dikubur di sisi makamnya. Dengan empat tema utama, yaitu tentang identitas, nilai, badan, dan ritual, pameran ini juga mempertanyakan batas seni dengan artisanal, dekoratif, mode, dan budaya pop. Perhiasan menjadi sebuah obyek penting, yang membawa kita ke dalam sebuah posisi sosial dan hanya dapat dirasakan oleh orang yang memakainya. Pameran Medusa – Bijoux et Tabous ini berlangsung hingga 5 November 2017.

SEARAH JARUM JAM (DARI ATAS): Peninggalan budaya quimbaya dari Colombia, pembuat anonim, tahun 8001200; Bless, Multicoloured Bangles, 2005; Mended Veil karya Danny Mcdonald, liontin dari bitten crystal, 2005; Cartier Paris, kalung ular, pesanan khusus tahun 1968; Vivienne Westwood Crown, Royal Blue Velvet Jewelled Crown With Orb and Fur, koleksi Gold Label, musim gugur/dingin 2000-2001

SEARAH JARUM JAM (DARI KANAN BAWAH): Reproduksi karya Salvador Dalí oleh henryk Kaston, bros Ruby Lips, tahun 1970-80; Foto karya Evelyn hofer, Anjelica huston memakai The Jealous Husband (sekitar tahun 1940) dari d'alexander Calder, 1976; Cincin karya Karl Fritsch, koleksi Ville de Cagnes-surmer, 2006; Victoire de Castellane, kalung Opiom Velourosa Purpra, 2010; Van Cleef & Arpels, gelang Ruban (pita), 1959; Kuku palsu terbuat dari palladium dan berlian, tahun 1953; Cincin Memento Mori, pembuat anonim, sekitar tahun 1730.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.