Untuk Perjalanan Berkelas

Kolaborasi desainer internasional dengan artisan Louis Vuitton menghasilkan sebuah ART TRAVEL yang elegan dan mewah.

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Highlights -

Palazzo Bocconi, gedung bergaya neo classic di pusat kota milan adalah tempat diadakannya pameran objets nomades, sebuah kolaborasi antara louis vuitton dengan desainer internasional untuk koleksi produk bernuansa travel. Total ada 12 desainer yang berkolaborasi. mereka adalah atelier oï, maarten Baas, Barber & osgerby, campana Brother’s, Damien langlois-meurinne, nendo, Gwenaël nicolas, raw edges, Patricia urquiola, marcel Wanders, serta dua desainer yang baru bergabung tahun ini, yaitu india mahdavi dan Tokujin yoshioka. konsep travel dan desain ini dimulai oleh louis vuitton sejak tahun 2011, dan dibuat dalam seri terbatas. sekarang koleksinya telah berjumlah lebih dari 25 produk berupa kursi ayun, sofa, pembatas ruangan, lampu, dan berbagai aksesori interior. oleh sebab itu kesempatan yang diperoleh Bazaar untuk menghadiri preview pameran ini merupakan hal yang istimewa. Dari ruang ke ruang kita bisa mengagumi hasil karya para desainer dengan savoir faire atau artisan ahli dari rumah mode asal Prancis ini. india mahdavi membuat meja kecil yang bisa dilipat seperti buku, dengan tabletop dari kulit marquetry bermotif khas dekorasi Timur Tengah. seperti namanya, Talisman Table, meja ini merupakan simbol pembawa keberuntungan dan mengusir segala keburukan. Pola bunga dari monogram lv menjadi inspirasi bagi desainer asal Jepang, Tokujin yoshioka yang membuat Blossom stool. Bangku yang terbuat dari kayu dengan kulit halus ini terdiri dari dua warna, hitam dan putih dan kaki berlapis emas untuk seri very limited edition. Fernando dan humberto campana juga mempersembahkan karya terbaru mereka tahun ini, sebuah sofa besar bernama Bombocca sofa yang berbentuk seperti gumpalan awan, terlihat kontras di dalam ruang besar bergaya abad 19 yang berhias ukiran emas. Bazaar juga berkesempatan berbincang dengan marcel Wanders, desainer produk asal Belanda yang karyanya telah diakui secara internasional dan disimpan di beberapa museum, seperti museum of modern art new york, the v&a di london, dan the stedelijk museum di amsterdam. salah satu karyanya adalah divider atau pembatas ruangan bernama Diamond screen, berbentuk anyaman dari kulit yang polanya mengingatkan kita akan bentuk permata di monogram klasik louis vuitton. konsep objets nomades ini adalah sebuah konsep open structure, ide transfomasi dan movement yang diwujudkan dalam produk yang biasa dibawa untuk berkelana atau berpindah tempat, jelas marcel Wanders. Bagi louis vuitton sendiri, travel adalah sebuah seni, dan mereka membuatnya menjadi perjalanan yang elegan dengan keunggulan artisan yang bekerja sama dengan desainer terkemuka untuk menghasilkan objek-objek yang unik, mewah, dan berkualitas.

karya campana Brothers

Blossom stool karya Tokujin yoshioka

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.