The Valley of Records

Sebuah daerah padang rumput di pegunungan Alpen memuat riwayat berdirinya sebuah manufaktur jam tangan. Oleh Ardhana Utama

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Highlights -

Kisah singkat Longines bermula di sebuah area bernama Saintimier tahun 1832, ketika Auguste Agassiz memulai praktik perakitan dan bisnis jam tangan. Inisiatif tersebut kemudian dilanjutkan oleh keponakannya, Ernest Francillon, secara turun temurun. Kini, di situs tersebut berdiri kantor pusat Longines yang bernama Compagnie des Montres Longines Francillon S.A., beserta workshop dan museum yang mampu menarasikan sejarah berdirinya dengan prima. Museum Longines menceritakan sejarah dan mengajak para pengunjungnya untuk menelusuri kembali pencapaian label jam tangan asal Swiss tersebut. Di dalamnya, Anda dapat menemukan sejumlah produk jam, instrumen navigasi, hingga perangkat waktu untuk keperluan lainnya. Beberapa berkas lain yang tersimpan juga tak kalah menariknya, seperti poster, film, hingga instalasi interaktif. Tur museum ini secara umum dilakukan dalam runutan peristiwa dari masa ke masa. Di sebuah bagian dinding terdapat timeline yang menjelaskan titik-titik pencapaian beserta modulnya. Secara garis besar, Anda dapat menyaksikan asal mula diciptakannya jam saku Longines yang pertama, konstruksi jam tangan mekanis, periode berkembangnya quartz movement, hingga produksi self-winding calibres. Sejumlah dekade penting lainnya juga ikut dihadirkan, terutama momen-momen ‘batu loncatan’ yang menentukan kemajuan produksi jam tangan label ini. Salah satu segmen yang sangat menarik perhatian adalah ruangan yang menyimpan peninggalan berupa 800 arsip tertulis (dalam format buku tebal) terhitung sejak 1867 hingga 1969. Di dalamnya tersedia informasi mengenai data produksi jam tangan yang meninggalkan manufaktur Longines untuk kemudian didistribusikan ke sejumlah agen penjualan di seluruh dunia pada masa itu. Statistik yang tersimpan kini digunakan untuk menginformasikan pemilik jam Longines vintage mengenai rekam jejak jam tangan yang mereka miliki. Lepas tahun 1969, data tersebut kemudian disimpan dalam format yang berbeda. Begitu banyak

kisah menarik yang dapat Anda temukan di dalam museum ini. Sejumlah ruangan lain ditujukan untuk merangkum petualangan dan spirit kepioniran dalam perjalanan menyusuri lintasan darat, laut, dan udara (terdapat ruangan yang didedikasikan untuk mendiang pilot bersejarah, Charles Lindbergh). Sementara ruang lainnya digunakan sebagai tribut pada dunia sport (Longines telah konsisten menjadi official timekeeper untuk turnamen tenis roland garros sejak 2007). Longines memiliki ambisi yang sungguh-sungguh untuk melestarikan khazanah tradisi pembuatan jam tangan. Apa yang disajikan dalam museum ini mampu menjadi media untuk menjaga warisan dan menyajikannya ke hadapan dunia luar dengan baik.

Dinding museum yang memuat timeline perjalanan Longines hingga saat ini Sudut koleksi bersejarah hasil kolaborasi bersama pilot Charles Lindbergh

relasi istimewa antara Longines dan dunia olahraga

ruangan yang memuat 800 arsip tertulis dari 1867 hingga 1969.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.