Komitmen Apresiasi

Langgengnya agenda tahunan Jakarta Fashion & Food Festival menjadi bukti bahwa industri mode selalu memiliki daya tarik dan geliat perkembangan yang patut diapresiasi. Oleh Chekka Riesca

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Highlights -

Sebuah teori pernah mengatakan bahwa komitmen dapat dites seiring dengan perjalanan waktu. dan selama 14 tahun, Jakarta Fashion & Food Festival telah membuktikan komitmennya dalam memberikan support tak terbatas bagi industri kreatif dan kuliner Indonesia. tentu saja 14 tahun bukanlah rentang waktu yang pendek, dan selama itu pula perhelatan yang dikenal dengan sebutan JFFF ini sudah berhasil menelurkan dan mengorbitkan sederet pelakon kancah fashion yang senantiasa eksis dan terus berkarya. Program yang dihadirkan tak jauh berbeda dengan yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Sejumlah nama-nama besar baik secara perorangan maupun dalam payung organisasi masih konsisten berpartisipasi dalam salah satu festival mode terbesar di Indonesia ini. Ghea Panggabean, Carmanita, Stella rissa, andreas odang, Yongki budisutisna, dan Liliana Lim didaulat untuk menampilkan kreasi mereka dalam show bertajuk Kain Negeri. tak ketinggalan, Cita tenun Indonesia (CTI) dan Yayasan batik Indonesia juga beramai-ramai menyemarakkan perhelatan fashion yang berlangsung sepanjang april 2017 silam ini. Sejumlah show tunggal juga menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda JFFF. desainer seperti Ivan Gunawan, Musa Widyatmodjo, danny Satriady, Lulu Lutfi Labibi, serta label baru Pop U, berkesempatan untuk memamerkan rangkaian koleksi teranyar mereka secara eksklusif. kehadiran desainer eksentrik yang berbasis di bali, Irsan, memberikan warna tersendiri pada keseluruhan acara. Pasalnya, ini menjadi momen kembalinya sang desainer setelah hampir satu windu tak terdengar kabarnya. “Saya merasa sudah saatnya untuk menunjukkan kepada publik bahwa (karya-karya) saya masih relevan. Sesederhana itu,” komentar Irsan pada Bazaar. Hasilnya, khalayak pun dibuat terpukau oleh kepiawaiannya mengolah kain tenun Sambas menjadi 40 padanan busana dalam palet netral hingga palet vibran. Sungguh sebuah kejutan impresif yang berhasil disuguhkan oleh JFFF tahun ini. Seperti biasa, JFFF selalu menghadirkan nama-nama baru ke dalam agenda fashion runway sebagai bentuk dukungan dan apresiasi akan bakat-bakat muda melalui show berjudul Trendology serta OOTD. ajang rutin ini dihadirkan dalam format show gabungan demi memperkenalkan karya-karya kontemporer mereka ke khalayak luas. tak hanya itu saja, deretan sekolah mode seperti Institut kesenian Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, ESMOD Jakarta, La Salle College, dan Sparks Fashion academy juga berkesempatan untuk mempresentasikan karya siswa-siswanya. Gerakan semacam ini membuktikan bahwa perhelatan mode akbar tidak hanya milik desainer-desainer termasyhur saja, karena setiap perancang Indonesia, terlepas oleh seberapa lama eksistensi mereka, memiliki hak yang sama untuk menunjukkan karyanya demi mendukung gerakan cinta produk tanah air.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.