Intuisi Klasik

Inilah karakter Nordic dengan kemasan sartorial Italia yang khas.

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Highlights -

Selama 65 tahun terakhir, Max Mara secara konsisten menempatkan busananya di antara gaya korporasi dan urban, klasik dan kontemporer, maskulin dan feminin. seiring dengan evolusi tren dari musim ke musim, satu hal yang masih diunggulkan adalah pengolahan material premium seperti sherling, cashmere, dan mohair, ke dalam rupa busana siap pakai. seperti halnya il capotto, atau sebutan yang diberikan untuk coat yang menjadi item andalan label ini. Coat klasik dengan elemen kerah lebar dan tali pinggang yang seluruhnya terbuat dari bahan camel hair, merupakan perpaduan komposisi, siluet, dan detail finishing yang ideal. Pada musim ini, Max Mara mengadopsi banyak elemen tailoring busana pria berupa potongan rapi, struktur tegas yang tidak kaku, dan mengemasnya ke dalam tampilan cermat yang luks. Coat panjang yang dikenakan dengan atasan berkerah tinggi dan celana palazzo berbalut material beledu, atau sepasang suit dan jumpsuit, dengan balutan warna merah yang mencuat dari antara tone camel dan monokromatis salah satu highlight lainnya adalah ketika model berdarah campuran somalia dan america yang berasal dari kota Minnesota, Halima aden, tampil mengenakan coat klasik ikonis dengan aksen ikat pinggang, celana panjang, dan kerudung berwarna hangat. kemunculannya di atas runway musim gugur Max Mara seakan membukakan jalan fashion kepada pehamanan liberal.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.