Editor’s LETTER

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Editors letter -

Ulasan tentang apa yang terjadi pada panggung fashion week sudah diketahui sejak koleksi itu digelar bulan Februari dan Maret yang lalu. Tapi sebagaimana tradisinya, koleksinya masih 'disimpan' hingga enam bulan ke depan. Konsep See Now Buy Now nyatanya tidak (belum) meluas. Jadi seperti biasa sebagian besar brand baru merilis koleksinya bulan Agustus/september ini. Anda pasti masih ingat koleksi-koleksi yang menarik perhatian, tapi kalau lupa pun kami akan menyegarkan kembali di edisi ini (halaman 78). Saya mencatat beberapa rumah mode yang banyak diperbincangkan, salah satunya adalah Calvin Klein. Debut Raf Simons (pasca hengkang dari Dior) ini, membawa Calvin Klein ke dalam era baru dengan mempertahankan spirit asal label yang bersih dan minimalis itu. Koleksinya mewakili perpaduan masa lalu, masa kini dan masa depan. Di Paris, Dries van Noten mencuri perhatian. Bukan saja karena koleksi prints yang jadi kekuatannya, tapi juga kejutan yang dihadirkan di show-nya yang keseratus, dengan menampilkan supermodels dari era '90-an yang pernah meramaikan panggungnya. Di Milan, siapa lagi kalau bukan fashion darling saat ini Alessandro Michelle untuk Gucci. Walaupun koleksinya tidak lagi terasa 'sebaru' seperti saat debut-nya, tapi dia tetap master dalam mengeluarkan unsur surprise dan hal-hal yang dekoratif, serta menyilangkan berbagai unsur. Memang beberapa brand tidak bisa kita dapatkan di sini, tapi banyak brand seperti Burberry, Chanel, Coach, Dior, Gucci, Hermès, Louis Vuitton, Chanel, Michael Kors, Prada, dan lain sebagainya terus konsisten membawa ready to wear terbaiknya. Walaupun diakui cukup berat bagi mereka karena dorongan untuk berbelanja pakaian siap pakai belum sebesar items lainnya seperti tas dan sepatu. Bahkan masih banyak dari kita memilih berbelanja di luar negeri yang dirasa lebih murah. Padahal beberapa faktor bisa menjadi alasan kita untuk berbelanja di sini, misalnya after sales service yang tidak didapatkan bila kita berbelanja di luar negeri. Nah, kami menelusuri hal-hal apa saja yang perlu mendorong kita untuk berbelanja di negeri sendiri (halaman 114) Edisi Fashion ini juga mengangkat sosok desainer fashion Sally Koeswanto (halaman 162). Kami diundang ke kediaman yang baru dihuni setahun terakhir ini. Rumah itu adalah rumah impiannya, rumah yang mencerminkan kesempurnaan dari seorang desainer couture dan pribadinya yang menyambut semua tamunya sebagai teman dan keluarga. Enjoy.

Shoes, Miu Miu

Ria Lirungan

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.