THE ART of LIBERTY

Longchamp merayakan spirit dan pesona perempuan, kemudian menerjemahkannya ke dalam koleksi atraktif bernuansa NONCHALANT.

Harper's Bazaar (Indonesia) - - The News -

Berangkat dari sepenggal sejarah di era ‘70-an, ketika perempuan mulai dengan lantang menyuarakan semangat kebebasan sebagai individu seutuhnya. Fenomena ini kemudian menginspirasi direktur kreatif longchamp, sophie Delafontaine, untuk menarasikan spirit feminin yang menggelora melalui koleksi musim dingin 2017. semarak gerakan revolusioner pun diterjemahkan secara estetis dengan menggunakan pilihan palet tegas yang dipadukan dengan rangkaian material yang nyaman dan elegan. permainan warna yang kaya seperti lilac dan amethyst menciptakan keindahan visual tersendiri yang selaras dengan semangat perempuan mandiri. Dua rancangan tas terbaru disuguhkan oleh longchamp sebagai produk andalan di musim ini. pénélope arty misalnya, memberikan pesona understated yang terpancar dari material suede berpalet metalik yang digunakan sebagai efek tiga dimensi, laksana karya seni dari Victor Vasarely. kemudian hadir pula tas berjudul the effrontée (dalam bahasa prancis berarti pemberani), yang mengangkat desain non-konvensional dengan permainan komposisi kontras dan garis penuh statement. kedua tas tersebut begitu sarat akan nuansa modern, dengan estetika grafis dan tren optical yang senada dengan koleksi ready-to-wear dari longchamp. mantel berbahan lambskin dengan lengan metalik dipadukan dengan material beraksen garis Op Art menjadi salah satu highlight dari keseluruhan koleksi ready-to-wear kali ini. Disempurnakan dengan sepatu boots berhak dengan desain minimalis, perempuan mana yang tidak akan jatuh cinta dengan ansambel bersemangatkan kebebasan ini?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.