Langkah Evolusi

Dari sebuah pabrik sepatu kecil di Zlín, Czechoslovakia (sekarang Republik Ceko) , Bata menjadi sebuah GLOBAL BRAND. Tahun ini sebuah EVENT dibuat untuk pertama kalinya, menandai dimulainya era baru.

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Highlights - Oleh Ria Lirungan.

Siapa yang tidak kenal merek ini. bata tennis atau sepatu kanvas putihnya pastinya pernah mengisi rak sepatu sebagian besar dari kita. banyak yang mengira (termasuk saya) merek ini adalah merek asli Indonesia. Mungkin karena pabriknya berada di kawasan Kalibata sejak hampir delapan puluh tahun yang lalu, sehingga nama bata dikira diambil dari penggalan nama area tersebut. ternyata anggapan salah ini juga terjadi di banyak negara di dunia yang ada merek ini. Padahal bata (dilafalkan batya) aslinya berasal dari sebuah kota kecil Zlín di republik ceko. roberto Longo, President Director bata asia Pasifik, mengatakan bahwa hal ini terjadi karena setiap negara bisa menyesuaikan koleksinya sesuai dengan selera pasar masing-masing. Hal itu dikuatkan pula oleh thomas archer bata, Chief Marketing Officer bata. “Kami selama bertahun-tahun selalu berusaha untuk mengerti pasar lokal dan berusaha berintegrasi dengan kultur negara masing-masing,” katanya.

thomas adalah generasi keempat bata. Kakek buyutnya yaitu tomáš bata mendirikan pabrik sepatu ini bersama dengan saudara-saudaranya, anna dan antonin bata, 123 tahun yang lalu. Mereka adalah keluarga pembuat sepatu. sukses tomáš berawal dari ide membuat sepatu dari kanvas saat mereka sedang dilanda kesulitan ekonomi. ternyata ciptaannya itu sangat populer karena sangat ringan dan membuat perusahaannya berkembang. Ketika tomáš bata wafat, bata telah memiliki lebih dari 16.000 pegawai dan 1.645 toko yang tersebar di sejumlah negara. tongkat estafet berlanjut ke generasi berikutnya, dan di tangan thomas George bata (ayah thomas archer), terjadi transisi pada bata dari sebuah produsen perusahaan sepatu menjadi juga retailer. Ia pula yang melakukan ekspansi ke belahan dunia lain yang sedang berkembang. Kini di seluruh dunia telah ada pabrik bata di 18 negara termasuk Indonesia, 5.500 toko di 70 negara, dan akan dibuka lagi 200 toko tahun ini. Flagship store-nya di jantung kota Praha terlihat selalu ramai. toko berlantai lima ini menjadi sebuah outlet sepatu dan aksesori bagi keluarga. Koleksinya mulai dari sepatu balita, sneakers untuk remaja, sepatu pantofel pria, boots, sampai sepatu wanita yang fashionable. rasanya tidak ada jenis sepatu yang tidak tersedia di sini. Di samping bata sendiri, ada pula merek-merek Marie claire, Weinbrenner, Northstar, bubblegummers, dan lain sebagainya yang semuanya diproduksi oleh bata shoe organization yang berpusat di Lausanne, swiss. Kota asalnya, Zlín, masih memfasilitasi produksi sepatu-sepatunya dan membawa warisan bata melalui Museum bata, yang juga ada di toronto, Kanada.

ERA BARU

Di bawah kepemimpinan generasi keempat, bata memasuki era baru. untuk pertama kalinya mereka menyelenggarakan bata fashion Weekend. Perhelatan dua hari itu diadakan di La fabrica, sebuah tempat di distrik Holešovice di Praha yang artistik yang biasanya menjadi tempat perhelatan acara-acara kultural seperti tari, teater, dan musik. tapi sebelum menuju acara puncak, mereka memperkenalkan dulu kampanye terbarunya “Me & comfortable With It” yang ditempatkan di ruang terbuka di luar the National theater. Penyanyi amerika serikat yang sudah 21 tahun berkarier republik ceko, tonya Graves, menjadi host acara sekaligus sebagai global spokesperson dari new brand Manifesto bata tahun ini. Media dari 40 negara dan teman-teman bata pun melebur dalam kemeriahan acara itu bersama dengan masyarakat sekitar yang memenuhi plaza the National theater. Kemeriahan terjadi juga selanjutnya di La fabrica. entakan musik DJ di area lounge menyambut para tamu. Di sini sejumlah aktivitas fashion dan desain digelar, termasuk creative Zone untuk anak-anak. thomas archer mengatakan, ”bata fashion Weekend ini pada dasarnya adalah sebuah rumah desain dan craftsmanship yang mencerminkan bata dari masa lalu, kini dan masa depan.” Highlight-nya adalah exhibition yang terdiri beberapa bagian. bagian pertama adalah kolaborasi bata dengan desainer alberto Del biondi

dan tomasso Gallina. Kolaborasi ini ditujukan untuk menghasilkan koleksi berdesain inovatif dan berteknologi, tapi sesuai dengan kebutuhan pemakainya, seperti yang ditampilkan pada koleksi bata flexible. bagian kedua adalah kolaborasi dengan fab Lab Design, sebuah co-working space yang terdiri dari berbagai keahlian yang saling melengkapi. Mereka adalah generasi masa kini yang lahir di sebuah distrik pembuat sepatu di Italia dan mengerti banyak wajah pasar global. Kolaborasi ini menghasilkan heritage bata dengan inovasi untuk menciptakan produk yang bertahan sepanjang waktu. Kemudian ditampilkan pula presentasi dan karya enam finalis young Designer challenge 2017. bekerja sama dengan institusi pendidikan terkenal di Praha, lomba ini menobatkan pemenang dari kategori Women’s footwear dan Men’s footwear. Lalu yang tidak kalah menariknya adalah presentasi bata Heritage. Lini ini diciptakan tiga tahun yang lalu oleh charles Pignal, yang juga salah seorang dari generasi keempat bata. Ia mengawalinya dengan bata tennis dan menggandeng sejumlah desainer, salah satunya dengan comme des Garçons. Ia juga yang membuat bata tennis berhias lakon comic strip the Peanuts seperti snoopy dan Woodstock. Hasilnya bisa ditebak, laku keras. Pengembangan bata Heritage berlanjut pada bata bullet dan bata safari. Dua koleksi ini pernah dipamerkan di beberapa hip outlet seperti colette Paris dan selfridges, London. baru-baru ini bata Heritage mengeluarkan Lookbook Spring/ Summer 2018 yang difoto oleh Mathias fennetaux di Paris. Ia bekerja sama dengan adidas original, Lacoste dan Nike. Langkah ini membawa wajah baru bata yang lebih modern dan segar untuk mencuri perhatian para millenials yang menghargai nilai-nilai keaslian dan karakter sebuah brand. semua koleksi terbaru dan berbagai kolaborasi itu ditampilkan dalam fashion show selama dua hari bata fashion Weekend. tahun ini melalui kampanye “Me & comfortable With It”, bata memberikan tribute bagi para wanita dan mendorong para wanita untuk percaya diri dan nyaman akan diri sendiri. Karena itu model yang berjalan di atas catwalk dipilih wanitawanita biasa, bukan model profesional. Jadi selama dua hari itu bata ingin menyatakan misi sosialnya untuk memperkuat posisi wanita dan memberikan dasar etis pada peran mereka di industri melalui sebuah insiatif global. bentuk tanggung jawab sosial lainnya adalah dengan lomba young Designer challenge. bata juga membuat program untuk anakanak dan bekerja sama dengan project Nanhi Kali untuk membentuk kembali tradisi sosial anak-anak di negara-negara berkembang melalui gerakan yang positif. Lalu tentunya misi the new brand Manifesto, pembaruan bata dengan mempertahankan heritage dan kekuatannya. Harper’s Bazaar Indonesia sempat menemui dan berbincang dengan Chief Marketing Officer bata, thomas archer bata, tokoh penting penerus brand ini. HARPER'S BAZAAR (HB): apa kekuatan, DNA, dan core values bata? THOMAS ARCHER (TA): Kami ingin memberikan solusi atas dilema konsumen yang harus memilih antara sepatu yang nyaman atau sepatu yang bergaya. Kami mau menawarkan keduanya, yaitu sebuah sepatu yang nyaman sekaligus bergaya, dan juga terjangkau. Konsumen yang datang ke bata merasa harga kami masuk akal, sehingga mereka percaya. Mereka percaya akan standar kualitas, dan standar produksi. Kami sangat memperhatikan hal ini: kualitas, standar etik, dan sekarang ditambah juga dengan desain yang lebih kini dan lebih nyaman dipakai. HB: bata banyak dikenal sebagai merek lokal di banyak negara. bagaimana bata akan dibawa ke depan?

TA: Selama bertahun-tahun kami mengerti pasar lokal masingmasing negara, dan itulah alasan kenapa kami bisa berhasil di banyak negara karena kami berhasil beradaptasi sesuai kulturnya. Saya rasa sekarang dengan globalisasi, masyarakat lebih mengerti apa yang terjadi di belahan dunia lain, sehingga yang kami lakukan sekarang adalah mempertahankan tradisi dan kekuatan kami itu, tetapi akan ada hal yang seragam. Dengan benchmark yang kami hasilkan, beberapa lini yang dijual di Eropa akan tersedia juga di Asia. HB: Kakek Anda pernah mengatakan bahwa perubahan itu penting. Tapi untuk brand seperti Bata harus dilakukan dengan hati-hati. Bata membutuhkan proses evolusi bukan revolusi. Anda setuju? TA: Ya, saya setuju. Brand kami sudah diterima masyarakat, tapi kami juga harus hati-hati untuk tidak diterima sebagai brand tua sehingga orang mengatakan, "Oh, itu merek orang tua saya. Bukan untuk saya.” Selalu ada garis tipis antara menjadi tua dan menjadi relevan. Jadi kami harus menantang diri kami sendiri dengan membuat sedikit perubahan konsep supaya konsumen modern bisa mengerti Bata dan menjadikannya sebagai produk yang relevan untuk mereka. Selama ini Bata diasosiasikan sebagai sepatu sekolah dan sepatu untuk perayaan khusus seperti Lebaran dan Natal. Bukan hal yang buruk, tapi tidak ada koneksi emosi dengan konsumen. Karena itu kami ingin membuat produk ikonis yang memberikan koneksi emosi dengan konsumen kami. HB: Apakah Anda sudah menciptakan produk-produk ikonis itu? TA: Tentu saja. Kami sudah memperkenalkan beberapa. Belum lama ini kami memperkenalkan Insolia. Ini adalah Global Iconic Project yang diluncurkan di seluruh dunia. Sebuah teknologi baru yang memberikan keseimbangan pada berat tumit sepatu, sehingga menghasilkan sepatu bertumit tinggi yang lebih nyaman. HB: Heritage collection Bata bekerja sama dengan label ikonis. Apakah ini akan diteruskan? TA: Bata Tennis, salah satu heritage collection Bata telah terjual puluhan juta pasang. Banyak yang punya hubungan yang kuat dengan sepatu ini. Karena itu kami ingin mengembangkannya dengan membuatnya lebih relevan dengan generasi muda, dengan bekerja sama dengan comme des Garçons, Astroboy, dan Peanuts. Project ini akan selalu ada, dan akan ada edisi-edisi baru. HB: Bisa cerita sedikit tentang keluarga Anda? TA: Keluarga kami tidak terlalu besar. Kami berdua puluh dan sangat dekat satu sama lain. Dua kali dalam setahun, kami selalu berkumpul. Yang terlibat dalam bisnis keluarga ini hanya berdua, saya dan sepupu saya yang menginisiasi project Bata Heritage dengan comme des Garçons dan lain lain. Tapi kami semua punya cinta yang mendalam pada sepatu dan memastikan nilai-nilai itu diteruskan pada perusahaan. HB: Apa saja nilai-nilai keluarga yang diwariskan ke Anda? TA: Melakukan sesuatu dengan baik, dan kami harus melakukannya seperti orang lain bisa melihat apa yang kami lakukan. Kedua, memastikan semuanya yang terlibat di bisnis ini menang termasuk karyawan dan konsumen. Semua orang ingin menang kan? Pebisnis bisa menjadi pembuat perubahan yang terbesar di masyarakat. Perusahaan yang memperlakukan karyawannya dengan baik, akan memberikan impact yang nyata. Kami telah memberikan peluang bagi karyawan kami yang berasal dari berbagai kultur dan agama. Mereka ada yang telah bersama kami selama 30 sampai 40 tahun. HB: Apa produk favorit Anda dan favorit konsumen? TA: untuk saya Bata Bullets, sepatu kanvas sekaligus sneakers, yang kedua adalah Bata Mocassino. Produk ini dibuat di beberapa negara, di Eropa, India, dan di negara Anda, Indonesia. Sedang selera konsumen agak berbedabeda di tiap negara. Tapi yang disukai secara umum adalah Bata Ballerina dan comfit range. HB: Menurut Anda, apa yang banyak masyarakat tidak tahu tentang Bata? TA: Saya rasa mereka tidak tahu kalau Bata adalah global brand, yang memiliki keahlian desain yang kuat yang berbasis di Italia. Jadi mulai dari desain, pengembangan, dan produksi, semuanya dilakukan kami sendiri. Yang kedua mereka mungkin belum tahu kalau Bata adalah bisnis keluarga yang tidak hanya melibatkan keluarga tapi juga para ahli di industri ini.

“Kami ingin mengembangkannya dengan membuatnya lebih relevan dengan generasi muda, dengan bekerja sama dengan Comme des Garcons, Astroboy, dan Peanuts.”

SEARAH JARUM JAM: Koleksi edisi khusus; bata tennis yang legendaris; Show yang dibawakan oleh wanita-wanita non model

SEARAH JARUM JAM: Look book musim mendatang dengan wajah baru; tonya Graves, global spokes person bata; Kolaborasi dengan alberto Del biondi; Karya salah satu pemenang young Designer challenge

SEARAH JARUM JAM: Koleksi Bata Bullets; chief Marketing Officer Bata, Thomas Archer Bata; Kolaborasi Bata Heritage dengan commes des Garcons.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.