Grafis Dinamis

Gusti Aditya menemukan keunggulan label Lacoste yang tetap menunjukkan aksinya meski musim dingin tiba.

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Highlights -

Bagi label Lacoste, memasuki musim dingin bukan berarti harus kehilangan spirit sporty. Justru sebaliknya, udara menusuk kulit menjadi pacuan untuk tampil aktif. Untuk musim Fall/winter 2017, label berlogo buaya ini menggiring tiga tema ke tengah khalayak fashion, yakni Graphic Lines, Winter Wardrobe, dan Circuit 27. Ketiga tema ini tidak hanya diperuntukkan bagi koleksi wanita, koleksi pria pun turut menikmati tema senada. Ketika menyambut musim, muncul perdana adalah koleksi Graphic Lines yang menawarkan manifestasi grafis yang lebih subtil dalam rangka menggarisbawahi elegansi baru yang minimalis. Untuk meneguhkan DNA brand yang tidak jauh melangkah dari kata sport, para penikmat mode akan diajak untuk mengeksplorasi garis geometris yang tegas seperti colour blocks atau stripes untuk mewakili simplicity yang ingin disampaikan. Jukstaposisi colour blocks yang besar bermainmain bersama dengan komposisi geometri gerakan Bauhaus dan piksel berukuran raksasa di permainan video lawas. Sedangkan bagi tema Winter Wardrobe, motif klasik adalah seruan yang abadi sebab ia memang mengusung era tahun ‘70-an. Lacoste menyadari bahwa dengan turunnya temperatur udara Anda membutuhkan proteksi yang dapat diperoleh melalui busana. Karena itulah koleksi Winter Wardrobe didesain untuk memberikan kenyamanan tersebut, sekaligus membalut penggunanya dalam aksi yang stylish berkat variasi potongan terbaru dan permainan warna yang menggiring ke arah modernitas retrofuturistis. Maka tak perlu heran jika penggunaan

material seperti boiled atau woven wool menyeruak, termasuk milano dan flanel. Potongan ikonis dari tema ini adalah gaun lengan panjang milano yang datang secara kontras disebabkan variasi colour blocks. untuk menambahkan atraksinya, secara brilian label ini meletakkan pola kotak-kotak klasik, seperti cetak tartan dan motif Prince of Wales sebagai aksi tribute terhadap busana pertama musim dingin Lacoste. tema terakhir adalah Circuit 27 yang memuat histori dunia balap motor, sebuah kecintaan rené Lacoste yang diperoleh dari ayahnya, penyuka mobil dan kecepatan. Maka koleksi ini pun diciptakan untuk menceritakan ulang kombinasi warisan karakter Lacoste yang dinamis, dan energi serta presisi akan dunia balap mobil tersebut. Hingga hadirlah rangkaian bentuk yang ergonomis, garis yang tegas, didukung oleh material protektif yang hampir memeluk tubuh. Pada koleksi ini, anda juga akan menemui garis-garis yang menambahkan elemen sirkuit pada busana. tentu saja, performanya tidak serta merta hadir secara maskulin, tetapi didaulat lebih lembut hingga mendefiniskan aroma chic yang dipadukan napas urban. untuk proteksi, material yang diangkat adalah gabardin dan flanel digabungkan dengan teknik tertentu. Potongan busana menarik dari koleksi ini ialah gaun milano dengan kehadiran garis di samping dress dan lengan dalam palet terang yang sukses menyuarakan karakter chic dan mewakili dunia olahraga tenis, golf, bahkan motor balap. Melalui ketiga tema tersebut, sekali lagi Lacoste menegaskan posisinya di dunia mode sekaligus arena sporty yang tidak terbantahkan semangat fashionnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.