SAKRALNYA PERJALANAN SANG LURIK

Cara Lulu Lutfi Labibi melakukan preservasi corak tradisional diwujudkan lewat sebuah koleksi bertajuk PERJALANAN. Oleh Arinta Wirasto

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Editors letter -

Apakah makna perjalanan bagi Lulu Lutfi Labibi? Menurutnya, perjalanan merupakan rangkaian upaya yang dilakukan untuk upaya preservasi motif lurik yang kerap diabaikan di muka publik. Inisiasi perkenalan lurik sendiri telah dilakukan Lulu Lutfi Labibi dalam rentan waktu lima tahun terakhir melalui peremajaan motif ke arah yang lebih modern, menyesuaikan dengan besarnya obsesi pasar akan segala sesuatu yang bernuansa kontemporer. Tidak main-main, desainer asal Yogyakarta ini turut menggaet pengrajin lurik ATBM (alat tenun bukan mesin) untuk mempertahankan autentisitas rancangan yang dihasilkannya. Selain proses pengenalan, hubungan personal dengan setiap lurik yang dianggap sebagai anak sendiri oleh sang desainer juga menjadi alasan utama di balik pemilihan Perjalanan sebagai tema utama presentasi yang digelar di Jakarta Fashion & Food Festival, April silam. Lulu kemudian menarasikan upaya preservasi yang dilakukannya dalam wujud eksplorasi motif yang terbagi menjadi lima sekuens berbeda,

masing-masing diberi nama sesuai filosofi di baliknya, yaitu Lurik Alur Tekun, Duka Luruh, Reda Gulana, Damai Hati,dan Baur Rupa. presentasi pun dikemas dengan unsur syahdu yang sesuai dengan citra label ini, mulai dari film pendek yang diputar sebagai prolog hingga koleksi busana yang ditampilkan. Sebuah kursi berukuran mini diletakkan di tengah panggung yang menjadi titik pusat untuk mengambil atensi para tamu. koleksi yang terdiri dari 42 tampilan ini mengusung warna netral seperti hitam, biru tua, putih, dan merah yang berguna sebagai penerang di antara palet redup lainnya. Sementara, siluet dari sebagian besar tampilan difokuskan pada draping serta padu padan yang disesuaikan dengan cita rasa masa kini, seperti layering dan aksentuasi cut out untuk menciptakan impresi seksi tanpa mengurangi sakralnya makna dari lurik itu sendiri. di akhir pergelaran, para model menduduki kursi tadi sebagai wujud epilog apik yang menutup rangkaian presentasi. n

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.