ORKESTRA GLAMORAMA MODE

Beberapa desainer APPMI menyajikan koleksi busana yang bertabur kemewahan disertai siluet cantik yang tidak terbantahkan. Oleh Gusti Aditya

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Editors letter -

Tajuk Spellbound membawahi koleksi kolektif APPMI yang tampil di pergelaran jakarta fashion & food festival tahun ini. Sebanyak enam desainer yang tergabung di dalamnya, benar-benar mampu menggambarkan judul yang diangkat. Seluruh rangkaian busana yang tampil seolah membuat para penonton tersihir oleh impresi gaungaun olahan yulia fandy, Zet Collection by Ida Giris, Erdan, Dyan Nugra, Vicky Soetono, dan Malik Moestaram. Bagi yulia fandy, warna emas memiliki pesona tersendiri untuk menyihir penikmat mode hingga palet ini pun dipilih untuk mendominasi karyanya. Ia mengangkat tema Poisenous yang menurutnya mampu menggambarkan apa maksud koleksinya. Poise yang bermakna keseimbangan, keanggunan, dan elegansi yang bertakhta di karakter seseorang disuguhkan ke dalam 10 tampilan yang melangkah di atas panggung. Koleksinya diolah dalam wujud gaun panjang dan gaun pendek. Sementara gaun panjangnya memberikan efek glamor dan stunning, gaun pendek justru meninggalkan sisi liar dan provokatif di imaji penonton.

Sedangkan desainer Ida Giris melalui labelnya bernama Zet Collection mengusung tema Rhythm of Love. Menurutnya koleksi ini menggambarkan perasaan terdalam yang memiliki eksistensi di setiap manusia, dan cinta adalah manifestasinya. Cinta dapat hadir dalam berbagai wujud perasaan, kadang suka, kadang duka, kadang seru, dan juga bisa datang dalam rasa cemburu. Untuk itu, lahirlah sederet gaun yang didesain dengan nuansa biru tua. Dalam rangka memperkaya atmosfernya, kreasinya tersebut diberi sentuhan manikmanik dari kristal Swarovski. Aplikasi berupa motif dari material lace yang ditempel juga menjadi alternatif ornamennya. Lain lagi dengan Erdan yang ingin mengajak penikmat mode terhanyut dalam nuansa romantis. Berkat 10 koleksinya yang tampil dalam warna dusty pink ini tampil ultra feminin, apalagi pesonanya didukung oleh berbagai detail indah seperti payet, kristal, bebatuan, dan embroidery. Koleksi Erdan yang dimanifesta sikan dalam bentuk gaun koktail dan gaun malam ini terinspirasi dari mimpi-mimpi, tak heran jika tajuk Gleaming Dream dikemukakannya. Ia berusaha mengajak insan mode untuk melihat keindahan berlian yang memancarkan cahaya dan taburan refleksi warna.

tajuk yang menampilkan dua sisi kontras hadir dari Dyan Nugra, ia mengusung koleksi bertitel Pretty Gladiatore. Ia terinspirasi oleh kecantikan dan kemegahan zaman kerajaan romawi kuno, ketika itu para tentara dan anggota kerajaannya banyak mengenakan busana dari bahan kulit dan metal. Warnawarna yang hadir pun datang dari warna tembaga, platinum, dan warna-warna bahan yang terbuat dari metal. Berkat tajuk tersebut, maka koleksi ini dibuat untuk menggarisbawahi karakter tegas, sensual, anggun, elegan, namun fierce. Sedangkan Vicky Soetono dan Malik Moestaram hadir untuk memberikan suntikan glamorama maksimal bagi sosok wanita. pada koleksi Vicky, Anda akan menjumpai tema Terpana yang mampu menampilkan keindahan profil wanita yang diwujudkan dalam rangkaian gaun koktail nan anggun dan memukau. Siluet femininnya menciptakan garis luwes melebar di bagian bawah, dengan dominasi kehadiran bustier sebagai konsep utamanya. Leher jenjang dan garis bahu yang indah berusaha dieksposnya untuk memaksimalkan siluet cantik perempuan. Namun, Malik mengemas impresi glamorama wanita dalam balutan berbeda. Ia justru nampak memberikan ruang gerak yang lebih bebas bagi para wanita. Dalam koleksi yang seluruhnya diolah berwarna hitam, semua busananya memberikan pernyataan elegansi yang tak perlu diragukan, apalagi ornamen flora dalam format warna emas tampil masif menghiasi gaun-gaun impresif tersebut. n

Dyan Nugra Vicky Soetono Zet Collection by Ida Giris

yulia fandy

Erdan

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.