SELEBRASI MESIN MUTAKHIR

Di Bali, BAZAAR ikut merayakan satu juta penggunaan alat canggih bertajuk Ulthera® bersama para ahli kecantikan dari seluruh dunia.

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Beauty -

Masih dalam perjalanan di Pulau Bali bulan lalu, Bazaar bertemu dengan dr. Adri Dwi Prasetyo, SP.KK, salah satu ahli dermatologi asal Surabaya, saat ekshibisi International Master Course on Aging Science (IMCAS) berlangsung. Dr. Adri bercerita bahwa minat para individu masa kini untuk pergi ke klinik kecantikan semakin tinggi. “Sebab tren di dunia aesthetic sekarang lebih banyak mengarah ke metode non-invasif dan minim penggunaan pisau bedah,” kata dr. Adri. Ia juga menambahkan tentang adanya keinginan dari para individu yang sedang mempercantik wajahnya lewat jalur estetika akan hasil yang tampak lebih natural. Mereka akan lebih senang bila mendapat pujian dari seorang teman yang mengatakan, “Kamu, kok, terlihat makin muda dan segar sih?” dibanding mendengar opini, “Ada yang berbeda, deh, dari kamu. Apakah kamu melakukan perubahan pada wajahmu?” Adanya sinyal dari konsumen di atas membuat para produsen di industri medis estetika melakukan beragam inovasi. Salah satunya adalah perusahaan asal Jerman, Merz Aesthetics, yang meluncurkan mesin antiaging pemancing kolagen bernama Ulthera® pada tahun 2008. Melalui servis bertajuk Ultherapy™, perawatan revolusioner tersebut kini telah mencapai lebih dari satu juta penggunaan di seluruh dunia. Maka tak heran apabila Merz Aesthetic kemudian melakukan selebrasi bertepatan dengan IMCAS Asia 2017 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort, Nusa Dua. Saat acara berlangsung, Merz Aesthetics menghadirkan empat narasumber untuk memperkenalkan kinerja perawatan Ultherapy™. Mereka adalah Ricardo Manaloto sebagai General Manager Merz Aesthetic Indonesia, Philip Burchard sebagai CEO Merz Pharma, Lawrence Siow sebagai CEO Merz APAC, dan dr. Olivia Ong selaku ahli dermatologi sekaligus pemakai mesin Ulthera® di Jakarta Aesthetic Clinic. Bazaar percaya, Anda sebagai beauty enthusiast tentu sudah mengenal dekat servis ini. Namun bila bicara tentang apa yang membedakan Ulthera® dengan mesin advanced lain di luar sana, alat ini boleh disebut sebagai salah satu pionir mesin dalam mewujudkan paras lebih muda dan kencang tanpa rasa sakit melalui energi ultrasound. Juga terbilang orisinil, karena alat tersebut menggunakan teknologi DEEPSEE™, yaitu pencitraan ultrasonografi yang mampu memperlihatkan lapisan kulit pada saat perawatan berlangsung. Jadi, para ahli kecantikan dapat mengantarkan energi micro-focused ultrasound secara tepat melalui citra yang terpampang pada layar monitor. Sekadar mengingatkan, proses kerja mesin ini bertindak lewat multi-layer targeting yang diawali dari lapisan kulit teratas. Misalnya, 1,5 mm untuk mereduksi jejak keriput halus, kemudian beralih menuju kedalaman 3 mm guna mengencangkan kulit, lalu terakhir bekerja mengantarkan energi panas pada kedalaman 4,5 mm persis di atas otot. Sifat panas dari ultrasound itu nantinya akan memperpendek kolagen sehingga dalam sekejap kulit akan terasa lebih kencang. Namun, fungsi panasnya tidak berhenti sampai di situ saja, sebab selama berbulan-bulan produksi kolagen akan semakin berlimpah sampai Anda merasa jika elastisitas kulit kembali prima dan terasa semakin kencang. Perawatan Ultherapy™ diklaim mampu bertahan hingga satu tahun, dan dapat digunakan pada area wajah, leher, sampai bagian dada. Tidak ada masa downtime, dan Anda pun langsung dapat beraktivitas setelah prosedur usai. Bazaar yakin jika perawatan tanpa rasa sakit seperti ini akan semakin digemari oleh individu modern di Indonesia, apalagi menurut dr. Adri, belakangan tendensi kecantikan ideal di Asia sedang beralih pada bentuk wajah oval sempurna yang disebut V-shape. Apakah Anda salah satunya?.

Mesin antiaging pemancing kolagen Ulthera® buatan Merz Aesthetics

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.