Punk Reinterpreted

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Review Watches -

ESatu lagi objek yang diramu dengan sentuhan artistik yang sarat akan napas kemewahan. mpat dekade yang lalu, pergerakan kaum muda radikal yang dikenal sebagai punk movement terlahir dan mewarnai peradaban manusia modern. Komunitas ini hadir dengan gaya rebel yang sangat distingtif, seolah sengaja melawan apa pun yang dianggap tren dan socially acceptable. Salah satu item yang menjadi ciri khas komunitas punk adalah penggunaan peniti sebagai dekorasi yang menghiasi jaket kulit (yang menjadi salah satu barang wajib para punkers) hingga aksesori lainnya. Fenomena legendaris ini pun kemudian menjadi inspirasi bagi direktur kreatif divisi perhiasan Hermès, Pierre Hardy. Namun jangan bayangkan Hermès melansir peniti ala punkers secara mentahmentah, karena Pierre Hardy dengan penuh kecermatan mengolah kembali desain peniti untuk koleksi yang diberi nama Chaîne d’ancre dan berhasil melahirkan rangkaian perhiasan bermaterial rose gold yang elegan dan tentu saja sangat mewah. Kendati rancangan koleksi ini diadaptasi hanya dari sebuah peniti punk. Sederhana! Varian Chaîne d’ancre ini sendiri pertama kali diciptakan pada tahun 1938 dan terinspirasi dari tema maritim. Model rantai maupun jangkar misalnya, telah menjadi salah satu kekhasan dari koleksi Chaîne d’ancre dan berkembang menjadi salah satu perhiasan klasik dari Hermès. Seiring dengan perjalanannya, Chaîne d’ancre terus mengalami pembaruan dalam hal desain. Pada tahun 2017 ini, di bawah kendali Pierre Hardy, karakter Chaîne d’ancre diimprovisasi menjadi lebih provokatif, rebel, bold, dan modern berkat aplikasi model peniti ala punk yang didesain secara kontemporer dengan sentuhan humor yang subtil, namun tetap berkelas. Selain mengedepankan kualitas artistik, faktor efisiensi turut menjadi perhatian khusus dari Pierre Hardy. ia meyakinkan bahwa setiap perhiasan dari koleksi Chaîne d’ancre harus praktis dan nyaman ketika dikenakan. Pendekatan semacam ini merupakan sebuah reinterpretasi high jewelry yang dihadirkan oleh Pierre Hardy sebagai direktur kreatif departemen perhiasan di rumah mode legendaris sekaliber Hermès. Sebuah perhiasan akan menjadi lebih berharga, selain karena material mewah yang digunakan, namun juga berkat sejarah yang melatarbelakanginya, sepenggal cerita yang ingin disampaikan melalui sang perhiasan, dan juga seberapa praktis penggunaannya. Dan tanpa perlu diragukan lagi, koleksi Chaîne d’ancre dari Hermès ini memiliki kualitas-kualitas tersebut.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.