A TRUE PARISIAN SPIRIT SEBAGAI SATU DARI SEDIKIT YANG MASIH DIPEGANG OLEH KELUARGA PENDIRINYA, LONGCHAMP BERGERAK MAJU DENGAN CUKUP AGRESIF DISERTAI STRATEGI YANG MATANG. FEBE R. SIAHAAN BERBINCANG DENGAN GENERASI KEDUA PEMEGANG TAMPUK KEPEMIMPINANNYA DI

Harper's Bazaar (Indonesia) - - News -

Pluxury brand ada acara inagurasi Le Maison Omotesando, flagship store Longchamp di Tokyo, Bazaar berkesempatan berbincang dengan dua pemegang tampuk tertinggi di luxury brand asal Prancis ini. Sophie Delafontaine adalah Creative Director dan Jean Cassegrain, kakak Sophie, merupakan Managing Director dari perusahaan yang hingga kini masih dipegang oleh keluarga mereka sebagai pendirinya. Keduanya mengungkap tentang DNA Longchamp sebagai brand favorit orang Prancis, konsep butik mereka, serta strategi perkembangan bisnis di masa mendatang.

HARPER’S BAZAAR INDONESIA (HB): Banyak brand asal Prancis yang mengangkat jargon Parisian spirit. Apakah Parisian spirit bagi Longchamp sendiri? SOPHIE DELAFONTAINE (SD): Menurut saya tidak banyak brand yang benar-benar memiliki Parisian spirit. Karena, walaupun brand-nya berpusat di Paris, desainer atau artistic director-nya berasal dari tempat lain. Sedangkan Longchamp adalah perusahaan keluarga yang asli Prancis, kantor pusat kami berada di Paris, demikian juga workshop kami kebanyakan berada di Prancis Selatan. Jadi kami benar-benar memiliki akar Prancis yang kuat. Dan saya, sebagai desainer, pada Longchamp 2018 dasarnya mendesain sebagai dan untuk diri saya sendiri sebagai Parisian woman, dengan latar belakang budaya dan sudut pandang saya. Dan kenyataannya, kami merupakan merek leather good favorit para wanita Prancis. Jika Anda berada di Paris, banyak wanita (lokal) yang menyandang tas Longchamp, yang mungkin tidak terjadi dengan brand lain karena mereka lebih diminati oleh orang-orang dari mancanegara. HB: Pendekatan desain seperti apa yang Anda lakukan untuk koleksi terbaru Longchamp? SD: Saya ingin menggambarkan sikap dan karakter wanita Longchamp. Seperti pada koleksi Fall/winter 2017, saya terinspirasi oleh apartemennya, kehangatannya, parfumnya, semua yang ada di sekitarnya. Ketika berlanjut ke koleksi Cruise dan Spring/summer 2018, gambaran tersebut saya tambahkan dengan gaya hidupnya. Saya membayangkan wanita ini adalah seorang pemilik galeri seni, kerap berkunjung ke studio seniman, atau mungkin punya studio sendiri. Dia adalah seniman sekaligus pebisnis, seorang wanita Rive Gauche (disebut juga The Left Bank, yaitu di bagian selatan Sungai Seine yang dikenal sebagai bagian kota Paris yang lebih artistik dan sophisticated). Dia bisa memadukan gaya feminin dengan sesuatu yang lebih grafis atau terstruktur, misalnya gaun dengan jaket atau blazer. Saya suka elemen kontras seperti itu. HB: Berdasarkan pengalaman Anda mendesain, apa yang lebih penting dalam mendesain tas wanita? Bentuk atau fungsi?

Summer Spring/

Jean Cassegrain dan Sophie Delafontaine

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.