Memoar Sang Pesolek

Mengamati adanya perubahan tendensi soal rias pengantin dari tahun ke tahun, maka Erica Arifianda pun berbincang dengan ahlinya untuk merangkum beragam impian menjadi ratu sehari.

Harper's Bazaar Wedding Ideas (Indonesia) - - ISI -

Bazaar mengamati dua pernikahan dari dua public figure Indonesia yang baru saja dihelat beberapa waktu lalu, yaitu pasangan Glenn alinskie & Chelsea olivia, dan Nabila Syakieb & reshwara argya radinal. keduanya mengadopsi konsep nyaris serupa, yakni sosok princess yang anggun dan elegan. riasannya boleh dibilang lembut, namun tetap mengandalkan contouring serta permainan rias mata yang tegas berkat sentuhan bulu mata bold. belum lagi tatanan rambut yang sengaja diangkat tinggi supaya wajah tampak segar dan radiant, sekaligus berperan sebagai tumpuan full crown mewah. Padahal kita masih belum lupa akan tren rias klasik ’20-an, sebagai imbas dari film The Great Gatsby di tahun 2013. atau yang sebelumnya lagi, yakni tren rias (sangat) natural ala kate Middleton saat melangsungkan royal wedding bersama Pangeran William pada tahun 2011.

Perjalanan rias pengantin di atas lantas menggelitik Bazaar untuk merekam kembali sederet pergantian konsep makeup, lewat diskusi bersama Willy Wahjudi sebagai hairstylist sekaligus makeup artist profesional populer ibukota, dan Lucia tan yang tak hanya memahami dunia tata rias namun juga pernah menjadi pengajar rias pengantin di Puspita Martha International beauty School. berbekal dari pengalaman mereka selama beberapa dekade, Bazaar merilis kembali perputaran tren tata rias pengantin yang pernah terjadi di Indonesia.

GEMA INTERNASIONAL

Di tahun 1990-an Willy Wahyudi mengaku kerap mendapat permintaan dari klien yang ingin mendapat riasan wajah seperti Cindy Crawford, Linda Evangelista, atau Claudia Schiffer. Padahal menurut penata rias yang dulunya mengawali karier sebagai hairstylist tersebut, harapan sang klien justru biasanya malah membuat hasil riasan menjadi tidak maksimal. “Tidak mungkin mengubah bentuk mata orang Indonesia yang

cenderung bulat menjadi kecil dan dalam,” ujar Willy. berbekal dari pengalamannya dalam menggodok halaman fashion di majalah serta pengetahuan akan dunia kecantikan secara global, Willy ingin mengubah persepsi baru dalam merias pengantin Indonesia kala itu. “Yang perlu ditonjolkan mempelai wanita adalah karakter mereka. Sang pengantin harus terlihat cantik dan berkharisma dari dalam, walaupun saat tidak berekspresi. Saya akan mencari keunikan yang mereka miliki, dan menutupi kekurangannya,” kata Willy lagi.

Ia lalu menciptakan signature’s style yang diberi nama Eurasian makeup, sebuah perpaduan antara rias Eropa yang natural dengan aksi bold kegemaran pasar asia, khususnya Indonesia. “Saya suka bermain trik, misalnya membuat contouring supaya bentuk wajah jadi kuat. tapi untuk riasan mata dan yang lainnya saya buat lebih lembut, atau alis dibuat tinggi agar total look lebih seimbang. Saya sedapat mungkin menguatkan karakter sang pengantin,” cerita perias yang lebih senang disebut sebagai penganut character makeup tersebut.

Lucia tan juga mengingat kembali saat tahun ‘90-an orang Indonesia masih menyukai full color makeup. “belum banyak yang tertarik dengan smoky eyes, mereka lebih percaya diri apabila kami mengambil palet emas, kuning, atau sebatas cokelat,” katanya. Memasuki awal tahun 2000, Lucia memiliki cerita lain. Para pengantin mulai menggilai riasan millennium soft, asal yang terpenting alas bedaknya tahan lama, waterproof, dan nyaris poreless. “tahun itu kosmetik label kryolan sedang naik daun di dunia rias pengantin, karena tahan lama. Padahal di luar sana, brand tersebut dikenal untuk makeup teater. dan satu lagi yang sempat populer yaitu dermablend Professional,” kata Lucia, “dulu pun sebenarnya beberapa kosmetik luar dari Paris dan amerika sudah tersedia di sini, namun menurut beberapa klien pengantin alas bedaknya kurang menutup kulit wajah secara sempurna,” tambahnya lagi.

Hingga akhirnya menembus satu dekade, kate Middleton seolah menciptakan tren baru lagi di dunia tata rias pengantin, yakni makeup sangat natural yang menurut Lucia agak sulit diterapkan pada kontur wajah Indonesia. “Contouring itu penting, bukan hanya untuk menutupi wajah chubby dan flat namun juga untuk membuat kamuflase lain. ras kaukasia saja masih tetap mengandalkan contouring, semisal untuk membuat ilusi bagi hidung mancung yang berbentuk panjang. atau menyiasati rahang yang sangat tegas,” jelasnya. Maka tak heran jika contouring sekarang makin digemari di dalam dunia kecantikan, karena memang fungsinya adalah untuk menonjolkan kelebihan wajah serta menutupi kekurangannya.

Beralih ke era kini, rias pengantin sedang berorientasi ke Korea Selatan yang unggul dalam menciptakan kesan glowing. Konsep tersebut sungguh selaras dengan princess look yang mengandalkan esensi sparkle hingga aksi tumpuk bulu mata. kulit pun sengaja dibuat dewy, seolah mengisyaratkan pancaran sehat dari dalam.

KIPRAH RIAS TRADISIONAL

Rias untuk pengantin tradisional memang wajib mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh masing-masing adat istiadat. “Ada pakem tertentu, mulai dari bentuk paes hingga alisnya. Kompleksi kulit juga dibuat kekuningan, karena begitulah acuan yang dilihat dari keraton Solo atau Yogyakarta,” jelas Lucia yang dulu pernah mengajar kelas pengantin. Mereka juga perlu mengikuti tata cara para pemangku adat, bahkan sampai ada aturan bahwa pengantin Jawa pantang dirias oleh makeup artist pria.

Tapi belakangan, aturan-aturan di atas sudah dibuat lebih modern dan fleksibel. Sudah ada yang mengadopsi langkah liberal melalui kerja sama yang dilakukan antara pembuat paes dan makeup artist profesional. “Pengantin tidak mau lagi menggunakan alas bedak yang terlalu kuning, mereka justru menghendaki kompleksi kulit dengan warna satu tingkat lebih terah dari kulit aslinya,” kata Lucia, “Rias mata juga tidak melulu berkisar pada palet kuning, hijau, biru, dan hijau. Mereka nyaman dengan teknik smoky eyes,” lanjutnya. Hal yang sama juga diakui oleh Willy Wahyudi, “Saya biasa bekerja sama dengan rias pengantin tradisional sejak dulu, yakni almarhum tien Santoso dan tinuk rifki. Mereka membuat paes, sedangkan saya merias wajah pengantin,” katanya menutup perbincangan.

Searah jarum jam dari atas: Pemotretan halaman mode di Bazaar Maret 2012; halaman mode di edisi februari 2013; dan wajah natural di pemotretan beauty pada edisi februari 2012.

Atas - bawah: koleksi foto kecantikan Bazaar di edisi februari 2014; Salah satu karya Bazaar di edisi februari 2008.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.