Glamorama Sastra

Ragam luapan emosi yang terpampang jelas pada secarik puisi dinarasikan ulang oleh koleksi klasik yang menyokong kemewahan besutan tangan dingin Imelda Kartini.

Harper's Bazaar Wedding Ideas (Indonesia) - - ISI -

Fantasi Imelda Kartini akan romantisme puisi di era Victoria dipaparkannya dalam perhelatan bertajuk Silent Poetry. Dua puluh tampilan gaun pernikahan yang dihiasi oleh berbagai ornamen sarat detail dipresentasikan sebagai sebuah interpretasi ulang akan La Belle Epoque atau masa keemasan. Pembuka presentasi yang terdiri dalam dua bagian ini adalah delapan gaun dengan infusi palet merah muda dan keemasan. Teknik yang didaulat sebagai hal baru pun diimplementasikan pada beberapa tampilan seperti lukisan era Victoria yang didesain ulang dan diaplikasikan di atas permukaan pakaian sehingga menimbulkan efek tiga dimensi. Ornamen bunga, renda, serta bulir mutiara juga dibubuhkan untuk memperkuat kesan dramatis yang sengaja ingin diperlihatkan. Penempatan ornamen dekoratif itu menjadi salah satu kekuatan desain Imelda Kartini. Gaun formal bervolume serta berdetail crinoline membalut gaun berpotongan khas Victoria, dengan desain ramping dan melebar di bagian pinggul.

Di paruh kedua show hadir sebelas gaun berpalet putih dari kepala hingga kaki, menarasikan kemurnian yang dilambangkan oleh larik-larik puisi. Material seperti tule bermotif, organza, jacquard, atau duchess bernilai vintage digunakan untuk mendapatkan garis tegas pada busana yang halus dengan siluet yang berstruktur dan berkonstruksi tegas. Perhelatan yang ditutup oleh simbolisasi kesedihan di era Victoria itu dikemas dengan nuansa teatrikal nan indah, terlihat oleh dekorasi panggung yang megah kreasi Lotus Décor dan didampingi orkestra oleh Djafar Sse dari Dot Production sebagai koreografer.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.