Pelarian Hati KE NEGERI KIWI

Kisah pengantin yang memberanikan diri untuk menikah jauh dari orangorang terdekat, bersiap dengan kejutan, seberani mereka menghadapi cinta yang terkadang sulit ditebak arahnya. Oleh Muthi Kautsar

Harper's Bazaar Wedding Ideas (Indonesia) - - TRAVEL -

Mempelai masa kini sebagian besar mendapat keistimewaan berupa kebebasan untuk menentukan pesta pernikahannya akan seperti apa. indonesia terbiasa dengan pesta pernikahan yang melibatkan banyak anggota keluarga dan mengundang hingga ribuan tamu. tapi, pesta pernikahan yang lebih intim dan modern pun sudah mulai ikut mendominasi. Kecenderungan yang mulai banyak terlihat selama tahun 2017 ini adalah menikah tamasya tanpa didampingi orang-orang terdekat. Para pengantin ini pun mendokumentasikan hari istimewanya dengan bantuan profesional, sehingga didapat foto-foto pernikahan yang memiliki nilai estetika tinggi.

Keindahan alam rupanya menjadi daya tarik suatu tempat untuk menjadi destinasi menikah tamasya. negeri Kiwi termasuk destinasi favorit di antara para pengantin, berkat lanskapnya yang cantik dan terpelihara dengan baik. dua wanita yang baru saja melangsungkan pernikahan di selandia Baru berbagi cerita dengan Bazaar. Annisa Pagih yang akrab disapa Ann – pembawa berita Cnn indonesia – memilih sudut-sudut terindah di Queenstown sebagai lokasi pernikahannya dengan tim matindas. sementara itu ratna somantri – penulis buku dan konsultan ahli teh – dan suaminya, hendra halim menikmati perjalanan dari north island ke south island dengan perlahan-lahan, dan santai saja menghadapi rencana bulan madu yang harus berganti lokasi dari Queenstown menjadi nelson dan martinborough.

Harper’s Bazaar Indonesia (HB): mengapa memilih untuk menikah di selandia Baru?

Annisa Pagih (AP): Kami ingin hari pernikahan ini menjadi hari terbaik dalam hidup kami, dengan konsep yang sesuai dengan kepribadian, intimate, memorable, namun tetap romantis. Acara lamaran berlangsung di hilton Bandung dihadiri keluarga inti,

langsung disambung dengan akad di penghujung acara. Baru keesokan harinya saya dan suami berangkat ke selandia Baru untuk exchanging vows, dan berbulan madu selama tiga minggu.

Ratna Somantri (RS): saya dan suami ingin menikah di tempat yang akan memberi kenangan indah buat kami berdua, yang juga tidak merepotkan secara administrasi. Awalnya kami berpikir mau bulan madu di selandia Baru karena kami belum pernah ke sana. tapi suami lalu mengusulkan kenapa tidak menikah di selandia Baru juga, jadi setelah menikah langsung bisa berbulan madu di sana. saya kemudian mencari informasi mengenai bisa tidaknya kami menikah di sana, dan ternyata bisa dengan persyaratan yang cukup simpel.

HB: Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat? AP: Persiapan dilakukan sejak tiga bulan sebelum berangkat. semua appointment dan reservasi dibuat di indonesia, dan kami berkomunikasi via skype dan telepon untuk mengurus akomodasi,

itinerary, dan celebrant. Kami juga blocking venue dan mencarter helikopter. gaun pernikahan dan buket bunga dibuat secara

custom di indonesia untuk memastikan desain sesuai dengan keinginan. Kami berangkat dengan tim Visuel Project, fotografer dan videografer khusus untuk mengabadikan momen spesial ini.

RS: Pertama, harus mengetahui semua persyaratan menikah di new Zealand. dimulai dengan mendaftarkan pernikahan, memberi info kapan akan menikah, di mana, dan siapa yang akan menikahkan (petugas dari pemerintah selandia Baru yang bersertifikat untuk memimpin upacara pernikahan). saya lalu mendapat marriage license yang dapat diambil di registry office di kota tempat akan menikah. Pendaftaran sendiri melalui website www.govt.nz dan mengisi formulir serta mengirimkannya melalui

e-mail. Pendaftaran bisa dilakukan tiga bulan sebelumnya. HB: Pernikahan Anda tidak disaksikan saudara atau keluarga. Bagaimana Anda memberi pengertian kepada orang-orang terdekat?

AP: Keluarga sudah mendampingi saat lamaran dan akad di Bandung, sementara para sahabat mengerti dan merestui keputusan kami. Pernikahan impian saya terwujud karena kami dikelilingi orang-orang yang mendukung dan menyayangi kami.

RS: Keluarga terdekat memberi restu menikah di luar negeri karena kedua orang tua kami sudah menikahkan semua anakanaknya. ini pernikahan kedua bagi suami dan saya, sehingga orang tua memberi kebebasan bagaimana kami melangsungkan pernikahan. sepulang dari selandia Baru kami mengadakan makan malam keluarga sebagai syukuran pernikahan.

HB: Barang-barang keperluan acara pernikahan yang Anda bawa?

AP: gaun pengantin yang dibuat secara custom oleh malik moestaram, juga beberapa gaun panjang dan buket bunga. saya juga membawa cincin pernikahan tiffany and Co., aksesori dan

makeup, sepatu Christian louboutin supaya terlihat cantik, dan

nike sky high warna putih supaya nyaman saat berjalan di atas gunung. suami juga membawa jas.

RS: selain semua dokumen, saya juga membawa gaun pengantin dari Jakarta karena tidak mau repot mencari gaun di sana, khawatir tidak ada ukuran yang sesuai. saya juga membawa sepatu dan perhiasan, dan suami pun membawa jas beserta perlengkapannya. Beberapa perlengkapan dan jasa yang saya pesan di selandia Baru adalah

hand bouquet, makeup, hairdo, dan fotografer.

HB: Apakah packing menjadi suatu tantangan? Bagaimana Anda menyiasatinya?

AP: saat itu memasuki musim dingin, maka baju yang kami bawa otomatis tebal dan berat. Belum lagi gaun dan jas yang dibawa untuk pernikahan. saya menyiasatinya dengan membawa baju-baju yang dapat dipadu padan, dengan shawl beberapa warna dan aksesori yang dapat mengubah tampilan. Kami pun memastikan ada jasa laundry atau mesin cuci di hotel dan apartemen agar dapat mencuci pakaian.

RS: Karena sudah sering traveling, saya terbiasa membawa barang dan mengemasnya secara efisien. Biasanya kami masih punya banyak ruang untuk membawa oleh-oleh, tapi kali ini ruang yang tersisa jadi terbatas karena ada gaun pengantin. meskipun saya sudah memilih yang simpel, tetap saja memakan tempat.

HB: tempat-tempat apa saja yang Anda datangi untuk pernikahan ini?

AP: terbang menggunakan helikopter, kami memilih dua tempat untuk blessing ceremony. Cecil Peak dengan hamparan rumput keemasan dan pemandangan danau biru wakatipu, adalah yang pertama. ritual exchanging vows yang dipandu oleh celebrant kami, Peter doyle, berlangsung di sana. lagu La Vie En Rose melatari saat kami membuka champagne sebagai tanda perayaan. Kami lalu melanjutkan momen dengan terbang ke puncak yang paling tinggi di pegunungan the remarkables, tempat kami menikmati gugusan gunung berbalut salju abadi dengan pemandangan matahari tenggelam. It was truly magical.

RS: Kami memilih penerbangan ke wellington (di north island) karena harus mendatangi Kjri di sana untuk mendaftarkan pernikahan. sementara itu untuk pernikahannya kami bertolak ke Christchurch (di south island), naik mobil dari wellington Airport lalu menumpang feri ke Picton (juga di south island). Kami sengaja ingin merasakan pengalaman naik feri menyeberang dari north ke south island. sama sekali tidak menyesal karena pemandangan yang indah sepanjang perjalanan, dan ferinya pun sangat nyaman. Ada mini cinema yang memutar film dan kafekafe tempat duduk-duduk santai. turun dari feri di Picton, kami melanjutkan perjalanan dengan mobil selama enam jam sampai Christchurch. lagi-lagi, perjalanan kami ditemani pemandangan cantik dari lanskap yang berbeda-beda. upacara pernikahan bertempat di Peppers Clearwater resort tak jauh dari pusat kota Christchurch, setelah sebelumnya kami mengambil marriage

license di registry office, downtown Christchurch. Fotografer kami lalu menawarkan berfoto di pusat kota, tidak hanya di resort tempat saya dan suami mengucap janji.

HB: Adakah hal-hal yang terjadi di luar rencana? AP: tidak ada, walaupun kami sempat khawatir dengan cuaca mengingat saat itu mulai memasuki musim dingin. Apalagi, satusatunya ‘dekorasi’ pernikahan kami adalah keindahan alam. But

God is good, semuanya lancar dengan langit biru dan matahari yang bersinar. Konsep pernikahan kami di selandia Baru adalah klasik, intimate dan ‘kita banget’. Kami pun menulis vow kami sendiri dan saya menata rambut dan memakai makeup sendiri. menantang, namun saya menikmatinya karena merasa menjadi diri sendiri, tanpa makeup tebal yang membuat saya terlihat berbeda dari keseharian.

RS: rencana awal berbulan madu di Queenstown harus berubah menjadi menginap di nelson dan martinborough karena cuaca. Padahal sebelum pergi, tempat yang paling ingin saya kunjungi

adalah Queenstown karena sudah mendengar keindahannya dan melihat foto-fotonya. tetapi ternyata perubahan ini menyenangkan. Kami mendapatkan satu rumah sendiri di martinborough lengkap dengan perapian dan kawanan domba di halaman belakang rumah. rencana mengunjungi vineyard di martinborough juga batal karena tiba-tiba hujan badai sehingga kami tidak bisa ke mana-mana seharian. Kami hanya bisa ke supermarket, itupun dengan susah payah karena hujan badai. tapi hari itu kami jadi bisa menikmati rumah temporer kami di selandia Baru, dan memasak serta bersantai bagaikan di rumah sendiri.

HB: Bagaimana sikap dan tindakan Anda menghadapi hal-hal di luar rencana?

AP: santai saja. saya berjanji pada diri sendiri jauh sebelum merencanakan detail pernikahan, bahwa saya tidak ingin berubah jadi ‘bridezilla’, dan merusak vibe di hari bahagia ini. All I could think of was “I’m marrying my best friend and the love of my life, in this crazy world, I get to spend the rest of my life with him. How lucky is that?” And that was all that matters. RS: saya dan suami adalah tipe traveler yang menikmati momen dan bisa berlaku spontan. setiap kali traveling, kami sering sekali mengubah kota tujuan hanya beberapa hari sebelumnya. Kami terbantu oleh Agoda yang sekarang bisa pay later dan memberlakukan free cancellation. selama ada koneksi internet, kami bisa mengubah tujuan dengan mudah. dan selama ini kami tidak menyesali perubahan mendadak. seperti waktu harus berbulan madu di nelson dan bukannya di Queenstown, saya menonton pertunjukan teater lokal yang pemerannya anak-anak dan remaja tapi sangat bagus sampai kami terkagum-kagum. Perubahan

rencana juga membuat saya bisa merasakan punya cottage dengan perapian, dan minum teh sambil melihat hamparan padang rumput dan domba-domba. intinya, nikmati saja setiap momennya.

HB: Kenangan terindah yang Anda bawa pulang dari perjalanan ke new Zealand kali ini? AP: dengan segala ‘risiko’ konsep elopement di luar negeri ini dan segala persiapan yang hanya dilakukan oleh dua orang, we had the best trip of our lives and the wedding beyond our wildest dreams.

dan tentunya pulang sudah dalam keadaan bersuami.

RS: saya, apalagi suami, bukan orang-orang yang senang jadi pusat perhatian. tetapi kami bisa berjalan-jalan dengan pakaian pengantin di pusat kota Christchurch. saya kaget juga suami saya mau berfoto di pusat kota, karena dia bukan orang yang suka difoto. Kami mendapat ucapan selamat berupa bunyi klakson dari pengendara mobil yang kami temui di jalan, dan ucapan selamat dari pejalan kaki. Fotografer kami menghentikan tram dan minta izin ke masinisnya supaya kami boleh berfoto di dalam tram, dan tram mau berhenti lima menit untuk kami. Jadi pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah mendapat banyak ucapan selamat bukan hanya dari keluarga dan teman.

HB: Akankah Anda merekomendasikan cara menikah seperti ini? AP: Absolutely!

RS: tergantung kepada pengantin dan keluarganya. Kami menikah di selandia Baru karena memang kondisi kami memungkinkan untuk melakukan ini. Jika ini adalah pernikahan pertama dan orang tua kami belum pernah menikahkan anak-anaknya yang lain, pasti kami pun akan sulit untuk bisa menikah seperti ini dan pasti harus menikah dengan pesta yang mengundang banyak orang.

Aidan and Ice, website: www.aidanandice.com, Instagram: @aidanandice Archangela Chelsea, Makeup Artist, Mobile: 087777316263 Arnold Dominggus, Hairstylist, Mobile: 0816 144 2998. Bika Living, Plaza Indonesia Level 1 Unit 128 A-B, Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat 10350. Tel: 021 29924322. Bin House, Jl. Purworejo No. 10, Menteng, Jakarta Pusat. Tel: 021 31934948. Blooming Elise Flowers, Jl. Gunawarman No. 75, Jakarta Selatan. Mobile: 08170041790. Budi Putra, hairstylist, Mobile: 082112337430. Butterfly Event Styling, Shangri-la Hotel, Shopping Arcade, Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat 10220. Mobile: 0817771125. Cartier, Plaza Indonesia Lt.1 #I 138, Jl. M.H. Thamrin Kav, 28-30, Jakarta Pusat 10350. Tel: 021-314 1916. Charins Chang, E-mail: order@charins.com, Website: www.charins.com Cinobi, Mobile: 089621569672 (Shinta). Clayze by Arti Gidwani, Jl. Kemang Timur No. 77, Jakarta Selatan, E-mail: myclayze@gmail.com Daniel Putra, hairstylist, Mobile: 087888870813. Denny Wirawan, Jl. Cipete Raya No. 4, Cilandak, Jakarta Selatan. Tel: 0817500815. Didi Budiardjo, Jl. Bendi Besar No. 20, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Tel: 021 7239540. Dimitri Events, E-mail: dimitrieventsjakarta@gamil.com, Instagram: @dimitrievents Doubletree by Hilton Jakarta, Jl. Pegangsaan Timur No. 17, Cikini, Jakarta. Tel: 021 31904433. Eddy Betty, Jl. Taman Radio Dalam V No.14, Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Tel: 021 7201623. EPA Jewel, Instagram: @epajewel , Mobile: 081290930961 / 081383300043 (Whatsapp only). Elite Grahacipta, Jl. Kyai Maja No. 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12120. Tel: 021 7208475. Farah Khan, Plaza Indonesia Lt. 3 #F122, Jl. M.H. Thamrin Kav. 28 – 30, Jakarta Pusat 10350. Tel: 021 2992 3966. Fetty Rusli, Mobile: 085920570663 (Sya-sya, by appointment only). Four Seasons Hotel Jakarta, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 18, Kuningan Barat, Jakarta Selatan 12710. Tel: 021 22771888. Ghea Fashion Studio, Jl. Subang No. 12, Menteng, Jakarta Pusat. Tel: 021 31922106. Hian Tjen, Jl. Pluit Timur Raya No. 20 D, Jakarta Utara. Tel: 021 66675969. Kieffer Lippens, Hairstylist, Mobile: 081999818306 (Gusti), e-mail: kieferlippens.hair@gmail.com Lenovelle Cake, Royal Wedding Gallery, Shangrila Hotel, Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat 10220. E-mail: lenovelle.cake@gmail.com Lucia Tan, Makeup Artist, Mobile: 081586290648. Major Minor, E-mail: major.minor.indo@gmail.com. Website: www.majorminorstire.com. Moreno Photography, Jl. Kemang Selatan XII E No. 4, Jakarta Selatan. Philips Kwok, makeup artist, E-mail: gio@philips-kwok.com. Mobile: 081314666900 (Gio). Priscilla Rasjid, makeup artist, Mobile: 081219834321 / +658332 6432 (Whatsapp) Instagram: @sissysosro Qiqi Franky & Team, professional makeup artist, Mobile: 08999895953. Instagram: @QQFRANKYMAKEUPMASTER Rinaldy A. Yunardi, Jl. Gedong Panjang 46/18, Jakarta Utara. Tel: 021 66602530. Rococo, Plaza Indonesia Lt.2 #D73, Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat. Tel: 021 3143933. Rumah Kampung Decor, E-mail: divisimarketing@ymail.com, Instagram: @rumahkampungdecor Ryan Ogilvy, Makeup Artist, Mobile: +6281282821291 (Joan). Shangri-la Hotel, Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat 10220. Tel: 021 29229999. Shmily Box, Instagram: @shmilybox Studio Jiro, E-mail: askstudiojiro@gmail.com The Host Table, Kerobokan, Badung, Bali. Website: www.thehosttable.com Tien Santoso, Jl. Guntur No. 18, Setiabudi, Jak-pus. Tel: 021 83055386. Tiffany & Co., Plaza Indonesia Lt. 3, Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat 10350. Truffy Pi, E-mail: hello@veronicahalim.com, Website: www.veronicahalim.com

ratna somantri dan hendra halim

Annisa Pagih dan tim matindas

Max Loong & Sepideh Haftgoli Fotografi: Katie Grant Photography

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.