WE SAY

Saat usia hanya sekadar angka. OLEH KIKI RIAMA PRISKILA

Herworld (Indonesia) - - Contents -

Belajar mengalahkan usia untuk terus menemukan kekuatan terbesar dalam diri.

Saat diminta untuk mengangkat seputar ageless spirit sebagai tema penulisan, saya mencari berbagai informasi seputar hal ini. And surprise… banyak hal yang sukses membuat saya berkata, “Gila! Keren banget.” Salah satunya adalah seorang instruktur Yoga asal India yang berusia 98 tahun bernama Tao Porchon-lynch. Murid tertua yang ia didik berusia 72 tahun. Berdasarkan artikel yang saya baca, Porchonlynch masih memiliki suara yang tegas dan memiliki kepribadian yang riang. Sama sekali tak mencerminkan seseorang yang sudah berusia hampir satu abad! Baginya, sudah terlalu banyak stereotip di masyarakat yang mengungkapkan bahwa usia tua akan semakin membatasi kualitas hidup. Memiliki pandangan yang berbeda soal hal ini, Porchon-lynch ingin keluar dari stigma tersebut. Ia justru sangat menantikan berbagai petualangan serta tantangan baru dalam hidup dan percaya bahwa tak ada hal yang mustahil untuk dilakukan. Saya cukup beruntung untuk bisa melihat dan berhubungan langsung dengan sosok seperti Porchon-lynch. Opung, atau Nenek dalam Bahasa Batak saya yang berusia 74 tahun masih aktif beraktivitas seperti anak muda kebanyakan. Bahkan ia masih sering berolahraga di gym dan tak takut untuk mencoba hiking. Rutinitas hariannya biasanya meliputi berdoa setelah bangun pagi, lalu pergi ke gym, sebelum disibukkan dengan pelayanan gereja atau menghadiri berbagai acara. Ia masih gemar pergi ke pasar untuk belanja mingguan. Hal ini dilakukannya sendiri tanpa pernah mengeluh karena lelah. Bahkan ia tak takut untuk traveling dengan rute Amerika – Jepang – Indonesia – Amerika sendirian! She has the real ageless spirit. Semangat yang kadang membuat saya yang berusia 27 tahun ini malu karena kerap mengeluh. Lucunya, kami sempat merencanakan liburan ke pulau yang mengharuskan untuk tinggal di kapal dan hiking demi mencapai tempat tujuan. Opung pun setuju untuk ikut! Saat saya memastikan kesediaannya, beliau hanya menjawab, “Bisa lah! Masih kuat, kok.” Terkadang saya sendiri heran dari mana semua tenaga yang ia dapatkan. Bahkan kami kerap merasa sebagai anakcucu yang overprotective. Penasaran, akhirnya saya menanyakan rahasia andalannya. Satu hal yang Opung utarakan, “Jangan pernah menganggap masalah sebagai beban.” Dengan begitu, kita bisa lebih menikmati hidup dan terus berani untuk mencoba tantangan baru. Hal ini justru membuat saya berpikir. Memang, kadang kita sebagai anak muda lebih banyak berpikir dibanding benarbenar melakukan. Kita sudah merasa takut lebih dulu dengan berbagai kemungkinan buruk tanpa benar-benar melewati batasan atau tantangan yang ada. Padahal, siapa tahu kita justru bisa menemukan kebahagiaan di balik tantangan tersebut? Selain itu, kita juga mudah merasa puas. Seperti yang diungkapkan oleh Porchon-lynch, “Jangan mudah menyerah dan berpikir, ‘Saya sudah pernah melakukannya, kini saya bisa duduk santai.’ Percayalah, Anda belum melihat semua keindahan di dunia.” Memiliki ageless spirit berarti kita harus berani menggebrak segala stigma keterbatasan. Sebut saja seperti selebritas Hollywood mulai dari Johnny Depp, Sandra Bullock, Brooke Shields, dan masih banyak lagi yang tak menganggap usia di atas 50 tahun sebagai batasan. Pada akhirnya, kita memang ditakdirkan untuk bertumbuh tua, namun bagaimana kita menghadapinya merupakan pilihan yang bisa kita tentukan. Pupuk motivasi positif dari sekarang karena kata-kata memiliki kekuatan besar. Jangan ubah pola pikir hanya karena Anda sudah melewati usia 40. Let’s be young together!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.