A CHAT WITH LUCIA BOSCAINI

Suksesnya pembukaan pameran Serpentiform yang bertempat di Artscience Museum, Singapura pada 16 Agustus lalu, tak lepas dari kesuksesan sang brand heritage curator. Pameran yang masih berlangsung hingga 15 Oktober ini pun menarik perhatian AUDI FRISTYA un

Herworld (Indonesia) - - Contents -

Membahas kesukesan pameran Serpentiform bersama sang brand heritage curator.

Bisa ceritakan sedikit tentang eksibisi ini?

Pameran Serpentiform merupakan sebuah tribut untuk motif The Serpent yang berhasil menaikkan popularitas Bulgari. Motif ini telah berhasil menjadi ikon untuk Bulgari, karena itulah kami memutuskan untuk merayakan keberhasilan ini melalui sebuah pameran yang menceritakan bagaimana ular yang menjadi simbol, banyak menginspirasi seni kontemporer, fashion, hingga decorative arts dan fotografi.

Bagaimana proses pemilihan karya seni yang ditampilkan?

Berbeda dari pameran di Roma tahun 2016 lalu, dimana Serpentiform Singapura ini berada pada ruang lingkup yang lebih besar. Jumlah seniman Asia bertambah, selaras dengan area pameran yang semakin besar. Karena hal tersebut, kami diberikan kebebasan lebih untuk berkreasi dan menciptakan sebuah pengalaman spesial untuk para pengunjung. Kehadiran sosok ular pada mitos dan cerita legenda lebih dieksplorasi melalui barang antik dan proyeksi yang ditampilkan. Saya memang memilih nama seniman yang terkenal menampilkan elemen ular pada produksi artistiknya, seperti Niki de Saint Phalle, Keith Haring, dan Philip Taaffe.

Bagaimana Anda menampilkan koneksi antara unsur fashion dan seni pada pameran ini?

Serpentiform diperkaya dengan sebuah area yang didedikasikan khusus untuk beragam kostum, yang diambil dari berbagai archive film dan teater. Kostum yang ditampilkan didominasi oleh deretan vintage dress yang dibuat oleh beberapa desainer terbaik asal Italia. Pada area ini, Anda akan melihat berbagai karakter dari cerita yang berbeda – beda. Elemen ular pun turut hadir menjadi salah satu pemanis dalam tiap gaun yang ditampilkan. Kombinasi antara proses pengerjaan gaun yang cukup rumit dengan talenta sang desainer, menurut saya menjadi salah satu bukti bahwa fashion adalah salah satu bentuk dari seni.

Adakah salah satu karya seni favorit Anda?

Salah satu favorit saya adalah karya seniman Tiongkok, Wu Jian’an. Ia berhasil menafsirkan kembali legenda ular putih asal Cina melalui teknik paper cut yang mengagumkan. Hasil akhirnya sangat mengejutkan saya apalagi jika dilihat dari jarak jauh, bagaimana kesan misterius tergambar jelas dari siluet ular. Namun apabila dilihat dari dekat, karya seni ini ternyata terdiri dari susunan potongan yang jumlahnya tak terhitung. Wu berhasil menghidupkan kembali cerita legenda dengan gaya kontemporer.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.