Ratu Tisha Destria, 32, Sekretaris Jenderal PSSI

Herworld (Indonesia) - - Feature -

Tidak ada kata mustahil untuk menekuni keseriusan karier dari sebuah kecintaan olahraga. Sosok perempuan yang membangkitkan kembali tim sepakbola di sekolahnya perlahan menjadi manajer di tim tersebut. Ketika mempelajari Jurusan Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB), Tisha menggunakan ilmunya untuk mengembangkan industri perbolaan Indonesia lewat teknologi. Ia mendirikan Labbola, perusahaan yang menawarkan jasa penyediaan data statistik performa tim. Hobi ini terus berlanjut saat ia berkontribusi menjadi Direktur Kompetisi dan Regulasi PT Gelora Trisula Semesta, yang merupakan operator pelaksanaan Torabika Super Championship 2016 dan membuktikan perannya untuk memperbaiki kualitas kompetisi sepakbola Indonesia. Ia kemudian mendapatkan gelar Master of Art dengan program beasiswa FIFA Master di Eropa oleh International Centre for Sports Studies (CIES) dan berada di posisi peringkat 7 dari 28 orang di dunia. Track record dan dedikasinya kemudian dilirik oleh PSSI Executive Committee (EXCO) sehingga terpilih menjadi Sekjen PSSI. “Perkembangan tingkat pendidikan dan sportivitas masyarakat memengaruhi maju atau tidaknya industri bola. Tugasnya sekarang adalah mendekati beberapa pihak seperti kepolisian untuk area keamanan, pemerintahan untuk area infrastruktur serta pengelolaan tim nasional dan coaching akan nilainilai filosofi sepakbola Indonesia yang sesungguhnya,” ujar Sekjen PSSI perempuan pertama dalam persepakbolaan Indonesia.

“Tujuan berbagi pendidikan adalah kemajuan untuk masa depan dan membangkitkan keterpurukan.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.