ASK MIKAEL

Mikael Jasin menjawab pertanyaan seputar asmara.

Herworld (Indonesia) - - Contents - @mikaeljasin

Saya sedang terlibat cinta segitiga. Lelaki yang saya sukai pada kenyataannya suka dengan sahabat saya di mana sahabat saya tak suka dan hampir setiap hari mengeluhkan pergerakan lelaki tersebut karena merasa terganggu. Apa yang harus saya lakukan? Ketika saya sedang amat kagum padanya, justru sahabat saya sendiri menolak cintanya. Sejujurnya saya tak begitu mengerti dunia perempuan. Namun yang jelas, kebanyakan lelaki tidak akan mendekati orang yang sama dengan yang sedang disukai temannya, terlebih sahabatnya sendiri. So, saran saya jika Anda menghargai hubungan BFF yang Anda miliki, jauhilah lelaki itu. There’s plenty of sausages in the deli section, dan sepertinya ia not worth the drama, kurang penting untuk ada dalam drama yang bisa saja terjadi jika Anda meneruskan rasa yang Anda punya. Saya amat betah di kantor dan sedang menikmati pekerjaan yang bisa dikatakan ‘dream come true’. Bahkan katanya, saya akan naik jabatan dalam beberapa bulan ke depan. Permasalahannya, Pasangan sudah berkali-kali meminta saya resign karena atasan saya pernah menyatakan suka pada saya. Menurutnya, saya pun naik jabatan karena ada maksud tertentu. Kami pun selalu bertengkar karena saya tetap ingin bertahan. What should I do, then? I’m torn in this one. Di satu sisi, seharusnya pasangan tidak boleh melarang Anda dalam meraih pencapaian hidup hanya karena merasa insecure. Tapi, jika memang apa yang Anda kisahkan mengenai bos Anda itu benar, Anda pun harus waspada. Satu saat mungkin ia akan meminta 'special treatment'. Saran saya, ada baiknya bicarakan hal ini pada pasangan. Partner yang baik pasti akan mendengarkan dan memberi masukan serta jalan keluar. Lalu jika telah naik jabatan, pastikan bahwa hubungan dengan atasan tetap dalam batasan profesional dan cari tahu kebijakan kantor yang berhubungan dengan pelecehan seksual untuk jaga-jaga. Bulan November nanti, saya dan pasangan akan melangsungkan pernikahan. Namun sampai saat ini, ia tak mau diajak melakukan premarital check up. Prinsip kami tetiba bentrok. Bagaimana mengatasinya? Saya pribadi memang belum menikah. Namun harus saya akui bahwa premarital check up sangatlah penting dan Anda BERHAK mengetahui apa yang dimiliki dan tidak dimiliki oleh pasangan begitu juga sebaliknya sebelum lanjut pada komitmen seumur hidup yang lebih mengikat. Basis utama dalam pernikahan adalah transparansi termasuk dalam urusan sekrusial ini. Jadi saran saya, bicarakanlah hal ini baik-baik dengan calon suami dan pastikan padanya bahwa apa pun hasil yang keluar nanti, Anda akan tetap menikahinya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.