PLAY I N P R O G R E SS

Sebagai bentuk dukungannya terhadap perkembangan seni di Indonesia, Plaza Indonesia menggandeng Abenk Alter, seniman muda Indonesia, dengan menampilkan sebuah instalasi seni bertajuk PLAY IN PROGRESS.

Home & Decor (Indonesia) - - Contents -

Plaza Indonesia menggandeng Abenk Alter, seniman muda Indonesia, dengan menampilkan sebuah instalasi seni bertajuk Play in Progress.

#PLAY IN PROGRESS sendiri merupakan karya idealis Abenk untuk mengajak khalayak untuk menikmati setiap momen dalam hidup, melakukan kegiatan sesuai dengan passionnya, pun bila menemui titik jenuh, ingatlah kembali tujuan awalnya, agar semangat tidak pupus. Sesuai temanya# PLAY IN PROGRESS, Abenk mempersilahkan pengunjung untuk memasuki sebuah ruang di level 5 Plaza Indonesia yang tertutup dari luar, layaknya sebuah unit yang sedang dalam proses renovasi. Masuk ke dalam ruang tersebut, pengunjung dimanjakan dengan eksplorasi visual yang terintegrasi. Abenk menggunakan medium lampu ultra violet untuk mendapatkan efek dramatis dari media-media yang digunakan, yang bersifat reflektif terhadap cahaya ultra violet tersebut. Berlokasi di Level 5, #PLAY IN PROGRESS dimulai dengan memamerkan karya Abenk Alter dan visual art dari Ican*Agoesdjam sejak awal Juni 2017, dengan penambahan karya milik Rebellionik dan Muklay pada 7 Juli 2017.

“Kami meyakini bahwa generasi muda merupakan pilar dari industri kreatif bangsa ini dan kita perlu berbangga hati bahwa semakin banyak kaum muda yang berkreasi dengan sangat baik serta memiliki semangat tinggi dalam proses pengerjaannya. Melihat hal tersebut, Plaza Indonesia pun berkomitmen untuk ikut memberikan peluang bagi pelaku industri kreatif dengan menyediakan lahan di mal kami, agar karya-karya tersebut dapat lebih dikenal masyarakat dan menjadi inspirasi bagi pengunjung kami,” ujar Zamri Mamat, General Manager Marketing & Communication PT. Plaza Indonesia Realty Tbk.

Dinding, lantai hingga eternit dipenuhi oleh playful doodles, yang disebut Abenk sebagai fast line, terinspirasi dari contemporer street art sebagai dimensi bermain Abenk. Pada beberapa sudut lantai dan eternit, Abenk membuat fast line terpecah layaknya spektrum warna. Bagi Abenk fast line adalah pengingat bahwa dalam kehidupan terkadang jangan terlalu banyak berfikir, menikmati ke arah mana hidup akan membawa. Tiga karya Abenk tersebar di ruang tersebut adalah “Play”, “Team of Six”, dan “I’m a Work of Heart”. Abenk menggunakan acrylic on wood pada ketiga karya tersebut.

Seniman yang berperan serta dalam acara ini sekaligus dan ternyata ia merupakan seorang motion graphic artist dan visual jockey, Ican*Agoesdjam menampilkan seni digital berupa video kompilasi yang menampilkan sembilan karya Ican berupa visual loops dengan warna dan nuansa futuristik dengan animasi ritmis disertai kedalaman rasa yang indah. Karya Ican merupakan petualangan visual penuh kejutan dengan dominasi warna cerah penuh spirit.

Untuk Rebellionik, ia menghadirkan instalasi tiga dimensi berupa beberapa layer bangun datar transparan berbagai bentuk yang saling terhubung satu sama lain menjadi suatu bentuk tiga dimensi tinggi menjulang dengan warna yang mencolok. Seperti menara, mengerucut di bagian atas, tersambung menuju satu arah dengan banyak tali yang menautkan. Bertajuk “Connecting Unconnected No. 2”, ini adalah curahan hati Rebellionik ketika telah menggapai hal yang dekat di hatinya namun tidak dapat selalu berada berdekatan. Media yang digunakan Rebellionik adalah UV, Poly (methylmathacrylate), fluorescent.

Dan, Muklay memaknai ruang tempat pameran instalasi seni sebagai ruang perenungan. Empat kanvas yang tergantung adalah visualisasi Muklay dari sajadah, alas untuk bersembahyang. Dengan judul “Temporary Prayer”, Muklay mengingatkan bahwa beribadah adalah untuk sebuah proses, yaitu mejadi lebih baik. Keempat kanvas tersebut merupakan refleksi Muklay atas azab, sebuah sindiran manusia masa kini hanya beribadah ketika sedang susah. Media yang digunakan Muklay adalah acrylic on canvas.

Kolaborasi empat seniman muda Indonesia dalam #Play in Progress menghasilkan karya seni kontemporer yang unik, dengan kesamaan pemakaian warna-warna pop bernuansa vibrant, serta pemakaian media yang reflektif terhadap sinar ultra violet. Masing-masing dengan gaya dan karakternya sendiri berkontemplasi lewat media yang dipilihnya.

teks DINDA BESTARI foto Dok. House of Publication

Newspapers in English

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.