INSPIRING HOME

Saat alam yang asri semakin sulit ditemukan di tengah kota, keluarga ini membangun rumah mereka di tepi tebing, dengan pemandangan yang menakjubkan.

Home & Decor (Indonesia) - - Contents -

Saat alam yang asri semakin sulit ditemukan di tengah kota, keluarga ini membangun rumah mereka di tepi tebing, dengan pemandangan yang menakjubkan.

Properti dengan luas 230 meter persegi di atas tanah seluas 1100 meter persegi. Di lantai paling bawah terdapat satu kamar tidur utama dengan kamar mandi en suite, kamar tidur anak dengan kamar mandi en suite ,dan ruang kerja. Di lantai atas, terdapat ruang keluarga, dapur, powder room, serta ruang makan dan ruan gtamu di area terbuka di balkon.

Udara yang segar serta pemandangan hijau yang menyegarkan mata sudah sulit ditemukan, walau di Bandung sekalipun. Gerald dan Hani serta Mark, putra mereka, memberanikan diri untuk menjauh dari tengah kota dan membangun hunian impian mereka di tepi tebing agar dapat menikmati alam yang asri. Pemandangan yang mereka dapatkan mendorong keluarga ini untukmemberi nama Sunset Villa, karena sinar cantik dari matahari terbenam setiap hari menyelimuti setiap ruangan yang menghadap ke arah barat.

Letak rumah yang unik menyebabkan layout rumah menjadi berbeda dengan rumah pada umumnya. Drive-way yang menuju ke garasi terletak di lantai paling atas, sedangkan untuk menuju area living para pengunjung harus turun satu tingkat. Dan area istirahat berupa kamar tidur Gerald dan Hani, serta kamar Mark dan ruang kerja terletak di lantai paling bawah, dan terhubung langsung dengan area taman belakang.

Untuk membangun hunian, Gerald dan Hani menggandeng Erwin Kusumadan Regina Winamidari e.Re studio. “Kami sebenarnya bertemu karena kami tetangga,” jelas Erwin sambil tertawa. “Namun saya memang belum membangun rumah di sebelah. Gerald dan Henny sebenarnya termasuk pendatang baru di daerah ini, namun mereka akhirny amenjadi pionir dalam membangun rumah!” Hal tersebut ternyata menjadi keuntungan yang tidak terduga bagi Gerald yang mengaku senang menghabiskan waktu di balkon sambil mendengarkan musik dengan volum yang tinggi, tanpa harus khawatir akan menganggu para tetangga.

Membangun hunian di tepi tebing pastinya bukan hal yang mudah, dan sebagai principle designer, Erwin pun menjelaskan beberapa kesulitan yang mereka temukan. “Fondasi hunian ini menghabiskan setengah biaya pembangunan, karena kami harus memastikan bahwa semua berdiri kokoh agar tidak terjadi masalah pada masa mendatang sehingga rumah tidak akan mengalami kerusakan.”

Walau kontur tanah merupakan salah satu tantangan yang mereka hadapi, namun Erwin mengaku pembangunannya rumahnya sendiri tidak menghadapi kesulitan yang terlalu besar. “Mungkin hanya pada penggalian tanah di awal.

Terjadi ketidaksepahaman sehingga kami mendapatkan area lebih dari yang kami perlukan.”Ruang tersebut yang terletakt epat di sebelah kamar Mark akhirnya digunakan sebagai ruang kerja.

Biaya yang membengkak untuk fondasi ternyata dapat diseimbangkan dengan biaya konstruksi bangunan yang tidak terlalu besar. “Material yang kami gunakan sebenarnya cukup sederhana,” jelas Erwin “contohnya pada bagian atap, sebelumnya kami menawarkanbeberapa pilihan yang selalu ditolak oleh Gerald. Pada akhirnya ia menunjuk atap yang sebenarnya diinginkan, yaitu atap yang sangat umum.” Salah satu permintaan Gerald dan Hani yang ternyata cukup banyak menghabiskan biaya terutama pada atap di atas ruang keluarga yang mereka ambil dari Bali. “Atap yang dibuat seperti bale-bale memiliki rangka kayu jati tua, dan kami menyesuaikan tampilan yang awalnya lebih rapih menjadi sedikit lebih rustic, dengan finishing yang memamerkan warna aslidari kayu.”

Suasana yang ingin diciptakan pada hunian ini menjadi salah satu focus Erwin, menurutnya ambience yang dihasilkan menambah nilai kesempurnaan dari bangunan tersebut. “Jika sudah tercipta suasana yang cozy dan homey. Anda akan merasa nyaman dan betah di dalam rumah. Namun, jika rumah terlalu rapi dan seragam menyebabkan hunian tersebut tidak memiliki karakter tersendiri, mata Anda akan tertuju pada kekurangan bangunan rumah saja,”tutur Erwin.

Kunjungi website dari e.Re studio

di ere-studio.com untuk melihat karya Erwin Kusuma dan Regina Winami lainnya.

54

SEBELAH, ATAS KIRI DAN ATAS KANAN Pemetaan antara ruang duduk dan ruang makan tidak ditampilkan secara detail, semuanya berada dalam satu ruang yang memberikan nuansa kebersamaan yang kuat. Zona fungsi akhirnya tercapai dengan penataan dan pemilihan furnitur yang secara signifikan seperti membagi area menjadi tiga bagian. Area meja makan yang sangat simpel, area sofa dengan coffee table dan dekorasi yang sederhana.

Newspapers in English

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.