A WORLD OF INSPIRATION

Sebuah tampilah ada rumah yang terinspirasi ide desain dari seluruh dunia

Home & Decor (Indonesia) - - Contents -

Sebuah tampilah ada rumah yang terinspirasi ide desain dari seluruh dunia

WHO Seorang bujangan di umurnya 30- an

HOME Sebuah flat HDB dengan tiga kamar di Everton Park

SIZE 84 m2

Rumah untuk Joel Ang ini merupakan flat tiga kamar HDB di Everton Park pada sebuah kawasan yang tenang yang ia gambarkan memiliki banyak kehangatan. Dalam beberapa tahun terakhir, anehnya, lingkungan yang kuno dapat dilihat pada kafe dan restoran serta toko-toko menambah daya tarik daerah tersebut.

Joel tertarik pada daerah itu karena lokasinya yang nyaman. Ketika ditanya tentang estetika rumahnya, ia merujuk beberapa gagasan penting. Dia menyukai filsafat wabi-sabi dari Jepang − seni untuk menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Di antara lainnya, ia percaya secara garis besar. Tampil keseluruhan, ia ingin apartemennya memiliki nuansa vintage dan sentuhan kekanakan.

Joel memilih untuk merancangnya sendiri, ia menyamarkan ide-ide ini ke dalam rumah pertamanya dengan sangat baik. Ia ialah seorang insinyur di industri penerbangan, sehingga membawa matanya yang tajam untuk detail ke dalam setiap ruang. Hasilnya adalah ruang yang menampilkan semangat kreatifnya. Permukaan beton bertulang kasar bekerja dengan finishing matte demi menciptakan tempat tinggal yang bersahaja. Sang penjelajah menemukan aksesori dekoratif unik pada perjalanannya yang sekarang mempercantik ruangan di rumah. Apakah ini rumah pertama Anda? Ya, saya membelinya ketika usia saya memasuki 35 tahun. Saya menemukan flat ini secara kebetulan. Saya sedang mencari rumah di daerah kota dan suatu hari, saya berada di daerah itu pada saat di dalam sebuah kafe. Saya tidak tahu ada flat HDB di sini. Jadi, secepatnya saya mencari tahu via online. cepat, Melalui salah satu agen pertama yang saya temui, saya melihat flat ini, dan saya menyukainya dan langsung membelinya dua minggu setelah saya melihatnya. Bagaimana Anda membuat konsep desain? Saya banyak bepergian, dan itu memberi saya banyak ide. Dan saya juga telah bersiap untuk membeli rumah. Jadi, selagi saya tinggal di hotel dan datang ke restoran di luar negeri, saya sangat memperhatikan ide desain ruangan tersebut. Mereka sangat berani dalam memadu madankan tekstur. Saya juga mencari banyak referensi dari majalah interior dan Instagram. Yang terpenting,

saya cinta furnitur. Dalam mendesain rumah saya, pertama-tama saya melihat furnitur terlebih dahulu lalu ruangannya. Saya lebih banyak berhubungan dengan furnitur, dan ingin ruang itu sesuai dengan perabotannya. Tempat mana yang paling memberi inspirasi? London dan Kopenhagen memberi saya banyak inspirasi. Untuk London, sayap Tate Modern yang baru! Saya menyukai konsep wabi-sabi, tapi tidak terbatas hanya pada estetika Jepang. Orang Denmark telah melakukan pekerjaan yang cukup bagus untuk mendapatkan efek wabi-sabi yang total. Lebih kosmopolitan dan kurang dipengaruhi secara budaya. Contohnya adalah Restaurant Noma. Apa yang ingin tunjukkan di dalam rumah Anda? Pada dasarnya, saya ingin memproyeksikan di ruang hidup dari energi sebuah kota namun tetap kedamaian yang selalu dicari oleh setiap individu. Pikirkan Tokyo, ramai dan selalu hidup - namun dengan banyaknya tanaman hijau, taman Zen, dan interior minimalis. Jadi pilihan saya dari apartemen ini di perumahan yang sangat tua, tersembunyi dari pandangan dari Pinnacle @ Duxton yang terkenal, terpencil dari kehidupan kota sementara tidak berada di pusat kota. Pikirkan HDB komunal yang tinggal di lantai yang hanya memiliki empat unit. Ide yang sangat bertentangan, saya tahu. Kenapa Anda memutuskan untuk mendesain sendiri? Sebagai orang yang kreatif, saya menghormati orang-orang kreatif dan lebih memilih membiarkan mereka menggunakan ide mereka. Ketika saya pergi ke penata rambut, saya akan

membiarkan mereka memutuskan yang terbaik. Namun, desainer interior yang saya temui punya ide yang tidak sesuai dengan konsep utama yang ada dalam pikiran saya. Saya juga tidak bisa menemukan chemistry yang baik. Rumah saya adalah ruang kecil. Jadi, misalnya, banyak dari mereka lebih suka membuang dinding untuk membuatnya menjadi konsep terbuka. Namun, saya lebih memilih gaya interior Jepang, di mana ruang tersembunyi dan tidak benar-benar berinteraksi dengan ruang tamu. Saya juga menciptakan sesuatu yang berbeda. Apa tantangan utama yang Anda hadapi? Saya tahu yang saya suka dari segi gaya, estetika, dan selera, tetapi saya tidak tahu bagaimana mendesain atau menempatkan pemikiran dan gagasan saya ke dalam desain yang bisa diterapkan. Memiliki pengalaman desain interior nol tidak membantu. Karena saya merancang segalanya, saya harus memutuskan setiap detailnya. Aku harus memvisualisasikan semuanya dengan sangat cepat. Ada juga banyak penelitian cepat dan showroom atau mengunjungi toko furnitur untuk banyak keputusan on-thespot. Saya harus tahu semua spesifikasi dan sangat gesit. Yang terburuk adalah mencari bahan sendiri. Ubin yang diimpor dari Italia jauh lebih tipis dari pada kebanyakan ubin.

Memotong ubin berukuran ganjil itu sulit dan saya tidak memesan banyak potongan cadangan. Ceritakan pada kami ruang favorit di rumah Anda. Saya tidak mempunyai ruangan favorit, sebuah rumah berfungsi sebagai rumah, jujur saja. Tetapi, saya memiliki ruang yang lebih sering saya pakai. Ruang Jepang merupakan tempat yang paling sering saya gunakan sembari menikmati teh dan membaca buku. Teman-teman saya menghabiskan waktu juga karena hal itu. Saya menyukai dapur karena untuk mendesain ruangan tersebut memiliki waktu yang cukup lama. It has many elements there that add interest. It’s a nice place to hold gatherings over potluck or a meal. The living area has a sound system designed for movie nights over drinks, which I also love. Ada banyak elemen di sana yang menambah daya tarik. Tempat yang bagus untuk mengadakan pertemuan atau makan. Ruang keluarga memiliki sound system yang dirancang untuk ‘malam film’ sambil menikmati minuman, menjadi aktivitas kegemaran saya.

Seorang penjelajah yang berani. Sang pemilik rumah menemukan ide desain untuk rumahnya dari beberapa negara seperti Jepang, Denmark, dan Inggris.

BAWAH Kombinasi dari berbagai gaya mencerminkan kepribadian pemilik rumah yang bebas dan senang bersosialisasi. SEBERANG Area duduk memancarkan suasana kedamaian dan ketenangan dengan desain minimalisnya yang dipengaruhi oleh rumah teh Jepang.

SEBELAH Walk-in wardrobe didukung dengan sebuah pintu geser, memudahkan sang pemilik rumah menyembunyikan kamar yang berantakan ketika tamu datang.

ATAS & ATAS , KIRI Setiap ruangan di apartemen ini dirancang oleh pemilik rumah, yang tidak memiliki latar belakang pendidikan desain formal.

KIRI Sebuah kamar mandi berdesain yang simpel tampak memesona dengan aksen bunga segar.

teks ROSSARA JAMIL fotografi VERNON WONG art direction KAFFY TAN

Newspapers in English

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.