Kompak di Lahan Memanjang

Pengaturan ruang yang efisien pada hunian ini diwujudkan dengan pengolahan bentuk massa bangunan dan material.

IDEA - - Konten - TEKS JOHANNA ERLY WIDYARTANTI FOTO FERNANDO GOMULYA DESAIN ATELIER COSMAS GOZALI PROPERTI SUNTER, JAKARTA UTARA

KESAN KONTEMPORER pada bangunan ini diperlihatkan oleh fasadnya. Unik dengan sentuhan modern. Itulah elemen bangunan yang mencuri perhatian pada pandangan pertama. Permainan bentuk massa dan material menghias tampak muka bangunan.

Ada penggabungan antara bentuk masif dan transparan. Bentuk masifnya berasal dari dinding kamar anak di lantai 1. Sedangkan bagian transparannya tercipta dari susunan hollow sebagai penutup area servis yang terletak di lantai yang sama dengan kamar anak. Jadilah tampilan boks putih (dinding kamar anak) dan deretan besi hollow yang disusun vertikal menghias tampak depan rumah.

Bukan tanpa alasan jika sang arsitek, Cosmas D. Gozali, memberi sentuhan berbeda di area depan ini. Dari 4 dinding yang mengelilingi rumah ini, hanya bagian depanlah yang bisa diolah.

“Site hunian ini memanjang ke belakang, di mana 3 sisinya berbatasan langsung dengan tetangga. Hanya tampak depan saja yang berbatasan dengan jalan yang terekspos,” Cosmas memberi alasan. Disaksikan dari depan, tampak hunian juga terlihat “berjarak” (tidak menempel) dengan tetangga. Sengaja hal ini dilakukan untuk memberi kesan melayang pada bangunan. Ini diperkuat dengan pilihan warna putih yang mendominasi.

Detail menarik lainnya adalah pada pengolahan lahan hunian. Lahan memanjang ke belakang dengan kontur yang rata dibentuk berundak yang terkesan dinamis. Ternyata, ini dilakukan tak hanya untuk alasan agar bangunan tak monoton datar, namun juga menjadi solusi banjir. “Lokasi rumah ada di daerah banjir, karenanya peil tanah ditinggikan 80 cm secara ber- trap ke belakang di mana semakin ke belakang semakin tinggi,” ujarnya.

Lahan yang tak terlalu luas pun disiasati dengan olahan desain yang cerdas. Keterbatasan lahan ini tak lantas menjadikan hunian sarat dengan bangunan dan terkesan “kering” tanpa taman. Lanskap dibuat simpel dan sederhana untuk memberi kesan modern. Seperti misalnya penciptaan taman kering yang dipadankan dengan beberapa pohon—bukannya semak yang bisa ditemui di rumah tropis—sehingga lebih clean dan mudah dalam perawatan.

Suasana asri dan hijau tetap terasa oleh hadirnya beberapa taman, baik di depan maupun di dalam. Memanfaatkan taman ini sebagai pemasok udara segar dan view yang bisa dinikmati, setiap ruangan dibuat memiliki orientasi ke arah taman ini. Akibatnya, rumah ini menjadi lebih sehat dan hemat energi.

Penciptaan dan pengaturan ruang dalam hunian ini dibuat kompak dan efisen. Rumah ini hanya memiliki sebuah dapur yang dirancang dengan sangat baik. Dapur berbatasan dengan courtyard sehingga aliran udara mengalir dengan baik. Oleh sebab itu, rumah ini tidak memerlukan adanya dapur kotor maupun dapur bersih.

Ruangan dalam bangunan ini dibuat sekompak mungkin sehingga lebih efisien, namun tetap mengakomodasi kebutuhan pemilik rumah. Tidak seperti pada umumnya, ruang servis di rumah ini diletakkan di depan mengarah ke jalan utama dengan pertimbangan lebih mudah mengontrol akses keluar/masuk hunian ini.

Interior rumah dibuat lebih simpel dengan menggunakan furnitur builtin untuk memberi kesan kompak dan menyatu dengan bangunannya. Warna natural dipilih untuk furnitur agar memberi kesan hangat pada ruang yang didominasi warna putih ini. Interiornya ditonjolkan dalam warna putih yang abstrak namun dipadankan dengan warna-warna alam seperti cokelat dan terakota, yang memberi kesan hangat bagaikan resor kontemporer.

Putih juga mendominasi eksterior rumah. Selain memberikan kesan simpel, clean, dan memberikan efek luas, warna putih dipilih karena tidak menyerap panas mengingat lokasi rumah ini di kawasan Sunter. •

“Lokasi rumah ada di daerah banjir, karenanya peil tanah ditinggikan 80 cm secara ber-trap ke belakang di mana semakin ke belakang semakin tinggi.”

Besi hollow putih ukuran 40 mm x 40 mm yang menutup area servis lantai 1, diekspos menjadi fasad bangunan. Padahal, biasanya besi hollow digunakan sebatas pada rangka dan tidak diekspos.

Courtyard menjadi sumber cahaya dan pengudaraan alami serta menjadi orientasi utama. Masing-masing ruangan memiliki akses langsung ke area taman dan void sehingga mendapatkan cahaya dan penghawaan silang yang maksimal.

Ruang-ruang dalam bangunan ini tidak tersekat-sekat, seperti yang terlihat pada ruang makan (kanan) dan ruang keluarga (kiri) yang menjadi satu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.