CEGAH PENYEBARAN TUBERKULOSIS

Tuberkulosis menjadi salah satu penyakit yang mematikan di dunia. Cegah penyebarannya dengan hal-hal berikut ini.

IDEA - - Apartemen - TEKS MAULINA KADIRANTI INFOGRAFIS SUNARTO, AKHMAD JUANDA

MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS adalah bakteri penyebab tuberkulosis. Mudahnya penyebaran bakteri ini melalui udara menjadi salah satu sebab masih banyak orang terjangkit penyakit ini. Pada tahun 2015 lebih dari 9,6 juta orang di seluruh dunia terinfeksi Tuberkulosis dan 1,5 juta orang meninggal karena penyakit tersebut. Hal ini membuat Tuberkulosis menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Tuberkulosis (TB) menyebar dengan mudah melalui udara. Ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara atau meludah, mereka mengeluarkan bakteri tersebut. Sedikit saja, bakteri itu sudah cukup untuk menyebabkan penularan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, seperti diungkapkan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama, angka kematian akibat TB tahun 2001 tercatat 140.000 orang. Salah satu kendala dalam pemberantasan TB, adalah kuman TB yang kebal terhadap segala macam obat (multidrug resistance).

Menyusul data tersebut, sebanyak 1,8 persen dari kasus TB di Indonesia disebabkan kuman bersifat kebal obat. Salah satu penyebab kuman TB kebal obat adalah perilaku penderita TB sendiri. Seperti, tidak disiplin minum obat, minum obat tidak sesuai ketentuan, atau putus berobat. TB bisa disembuhkan bila pasien rutin berobat selama 6 bulan tanpa putus.

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini melalui berbagai penelitian para ahli. WHO Global Health Workforce Alliance3 National Tuberculosis and Lung Disease di Tbilisi, Georgia, bekerja sama dengan Sharp Electronic melakukan penelitian di sebuah rumah sakit terhadap teknologi plasmacluster 100.000 ion/ cm3. Hasilnya membuktikan bahwa teknologi plasmacluster efektif dalam menurunkan risiko penularan TB pada petugas layanan kesehatan rumah sakit dan meningkatkan pencegahan resistensi obat pada pasien TB. Teknologi plasmacluster berfungsi untuk membuat ion positif dan negatif di dalam udara. Kemudian, reaksi itu berubah menjadi hidroksil (OH-) dan dengan cepat menarik hidrogen (H+) dan kembali menjadi uap air (H20) di udara sehingga menonaktifkan berbagai mikroba di udara, seperti jamur, virus, dan bakteri.

Menanggapi hasil penelitian ini, Managing Officer and Member of the Board (BU President, Health and Environment Systems BU Chairman, Sharp Electronics Marketing Corporation), Masahiro Okitsu menjelaskan, masyarakat Indonesia membutuhkan air purifier yang dapat mengurangi virus TB di dalam rumah. Air purifier tersebut harus memiliki teknologi plasmacluster yang aman dan berstandar tinggi.

Tidak hanya dengan teknologi plasmacluster, virus TB juga dapat dicegah dengan cara lainnya. Virus TB dapat menyebar melalui kondisi badan yang lemah, oleh karena itu jaga dan terapkan standar hidup yang baik. Seperti, mengonsumsi jenis makanan dan minuman yang sehat di rumah. Gunakan masker di mulut saat Anda berada di tempat yang terinfeksi penyakit tersebut. Hindari berbagai barang milik pribadi dengan orang lain untuk mencegah penularan bakteri dan kuman. Suntik vaksin juga dapat menjadi jalan keluar untuk mencegah penyebaran virus TB. •

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.