INDONESIALAND KISAH MASYARAKAT BERARSITEKTUR

Maulina Kadiranti

IDEA - - Jendela - TEKS FRANSISCA WUNGU PRASASTI FOTO ADELINE KRISANTI

Bagaimana jadinya jika 29 arsitek, akademisi, komunitas, pemerintah kotamadya, dan seniman merayakan ketakjuban menjadi Indonesia? Begitulah sepenggal pengantar yang secara tepat menggambarkan pameran arsitektural bertajuk Indonesialand, yang digelar 2 September–2 Oktober 2016 di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung.

Sarah M. A. Ginting, Prinsipal SAGI-Architects, yang menjadi penggagas dan kurator pameran ini, menjelaskan bahwa judul Indonesialand adalah satir dari banyaknya pelaku dunia arsitektur Indonesia yang mengimbuhi namanya dengan “land”. Dalam pameran ini, budaya Indonesia dilihat dari konteks arsitektur, dan disajikan dalam bentuk karya yang ekspresif. Yang menarik, pengunjung diajak berinteraksi melalui sajian audio visual, mengalami ruang, hingga mengasah otak dalam permainan.

Beberapa nama, antara lain Ridwan Kamil, Budi Pradono, Andra Matin, Cosmas Gozali, Raul Renanda, biro arsitektur Aboday, Labo, Akanoma, serta akademisi universitas Parahyangan, ITB, Petra, UPI, dan sederet tokoh terkemuka lainnya mengambil bagian dalam pameran ini. Serangkaian workshop dan diskusi seputar dunia desain dan arsitektur turut melengkapi gelaran ini. Sarah berharap, pameran ini menyumbang andil dalam mendudukkan arsitektur sebagai sesuatu yang penting di masyarakat. •

Instalasi Microlibraries: Alun-Alun Bandung karya PT SHAU Internasional Indonesia, mengeksplorasi desain perpustakaan kecil berbasis komunitas, dengan visi menghadirkan 1000 perpustakaan di tahun 2030.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.