Open Pore atau Closed Pore?

IDEA - - Produk -

Finishing permukaan kayu terdiri atas open pore dan closed pore. Dalam finishing open pore, pori-pori kayu dibiarkan terbuka. Dalam artian, saat pengerjaan melapisi furnitur kayu, proses pendempulan atau wood filler ditiadakan. Biasanya tukang langsung mengaplikasikan stain, sanding sealer, dan top coat Petalac Aqua Furni. Efeknya, saat furnitur kayu diraba, kekasaran urat-urat kayu masih dapat terasa.

Berbeda dengan open pore, finishing closed pore membiarkan pori-pori kayu ditutup. Namun, poripori tertutup bukan berarti motif urat kayu tertutup juga. Anda tetap dapat menikmati urat kayu yang cantik. Sebelum memulai proses pelapisan, biasanya tukang akan mengaplikasikan dempul atau wood filler. Baru kemudian mengaplikasikan stain, sealer, sanding, lalu top coat Petalac Aqua Furni. Tipe Petalac Aqua Furni yang dapat digunakan bisa keduanya, gloss maupun matt. Ketika diraba, furnitur dengan finishing closed pore akan terasa mulus dan rata.

Open pore atau closed pore semuanya kembali pada pilihan Anda. Finishing closed pore lebih cocok digunakan pada gaya desain tropis, sedangkan open pore cocok untuk gaya desain rustic. Baik open pore maupun closed pore, Petalac Aqua Furni dapat mengakomodasinya.

Langkah Aplikasi • Setelah mengampelas kayu,

aplikasikan dempul atau wood filler. • Kemudian, aplikasikan

atau pewarna kayu. • Setelah itu, Anda dapat mengaplikasikan Gum Sealer untuk mencegah getah kayu mencuat ke permukaan. Istirahatkan selama 2 jam. • Bila Gum Sealer telah dibiarkan selama 2 jam, aplikasikan Sanding Sealer setidaknya 3 hingga 4 lapis. • Di langkah terakhir barulah Anda dapat mengaplikasikan top coat Petalac Aqua Furni. wood stain

Lapisan Attaboy Natural Stone Protector dengan varian matt membuat batuan alam tampak natural dengan warna abu-abu yang bersih dan memukau. Produk Petalac Aqua Furni.

Aplikasi Petalac Aqua Furni di atas finishing open pore.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.