Pengumuman Pemenang Sayembara DESAIN RUMAH WISATA (HOMESTAY) NUSANTARA 2016

IDEA - - Jendela - TEKS NURIYAH AMALIA FOTO I GEDE YOGA DHARMA LAKSANA

Pemenang Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016 diumumkan demi terwujudnya program pembangunan 100.000 homestay di 10 destinasi prioritas Indonesia.

Setelah Juli lalu menutup rangkaian sayembara sebelumnya sekaligus meluncurkan Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016, pada 25 Oktober 2016 ini PT Propan Raya bersama Kementerian Pariwisata RI dan Badan Ekonomi Kreatif telah mengumumkan jajaran pemenangnya. Bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, diumumkan 30 pemenang yang berhak mendapatkan total hadiah sebesar Rp 1 miliar.

Tiga puluh pemenang tersebut terdiri atas 3 pemenang untuk masing-masing dari 10 destinasi prioritas. Destinasi prioritas yang dimaksud antara lain ialah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. Pemenang utama dari masing-masing destinasi adalah CV. Realline Studio-Jabu Na Ture (Danau Toba), Alvasara - Thin House (Tanjung Kelayang), Tim Edwin Adinata-New Gateway to Adventure In The West Edge Of Java (Tanjung Lesung), Tim Aditya Wiratama-Titik Temu (Kepulauan Seribu), Tim Aditya Wiratama-Gnomon Urip (Borobudur), PT Grahacipta-Dusun Guyub Bromo (Bromo Tengger), Universitas Mercu Buana - Rumah Separo Mandalika (Mandalika), Blur Architect and Design Studio-Naung Kampung Papagaran (Labuan Bajo), Tim Kalvin Widjaja-Roma Boe (Wakatobi), dan Studio Tanpa Batas-Rumahku a Home to Stay (Morotai) .

Spesialnya lagi, Hendra Adidarma selaku Presiden Direktur PT Propan Raya mengatakan bahwa meski terlaksana dalam waktu singkat, sayembara ini mampu menghimpun banyak peserta. Hanya dalam kurun waktu kurang-lebih 3 bulan, Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016 mampu menjaring 728 karya dari 439 tim dengan total anggota sebanyak 1279 orang. Capaian spesial ini pun berhasil tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai Sayembara Desain Arsitektur Rumah Wisata Nusantara dengan karya terbanyak.

Di lain sisi, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata RI mengatakan bahwa desain pemenang akan diwujudkan menjadi bangunan sesungguhnya pada 2017 nanti. Bekerja sama dengan BTN, rumah wisata yang dibangun akan dapat dimiliki oleh masyarakat. Menurutnya, pembangunan rumah wisata dengan jumlah sebanyak ini akan mengakomodasi jumlah turis yang melimpah yang saat ini belum mampu ditampung oleh penginapan-penginapan domestik.

Selain pembangunan dari nol, Yori Antar selaku Ketua Dewan Juri mengatakan bahwa pembangunan rumah wisata dapat juga berupa renovasi rumah penduduk. Jadi, ke depannya, penduduk akan menyediakan rumahnya sendiri sebagai rumah wisata berwawasan arsitektur nusantara untuk para turis. Menurut Ketua Bekraf, Triawan Munaf, konsep ini akan jadi spesial karena turis tak saja dapat menikmati rumah berarsitektur nusantara, tapi juga pelayanan khas Indonesia yang diberikan pemilik rumah. Sementara, bagi para arsitek Indonesia, proyek ini adalah peluang besar untuk meninggalkan “jejak” di penjuru Nusantara.•

Para pemenang utama Sayembara Desain Rumah Wisata Nusantara 2016.

Yori Antar bersama Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Ketua Bekraf Triawan Munaf melakukan tur melihat karya 30 finalis.

Peresmian rekor MURI oleh Jaya Suprana, secara simbolis diberikan kepada Menteri Pariwisata RI Arief Yahya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.